Hidayatullah.com–Pengadilan di Skotlandia menolak banding yang diajukan keluarga salah satu warga Libanon terpidana kasus pemboman pesawat komersial Amerika Serikat di atas kota Lockerbie Lebih dari 30 tahun lalu.
Abdelbaset al-Megrahi, yang meninggal dunia pada tahun 2012 karena gangguan kesehatan, sejak awal konsisten menyatakan dirinya tidak bersalah, dan kerabatnya berusaha membersihkan namanya.
Para pengacara keluarganya mempertanyakan kebenaran sejumlah bukti yang dipakai untuk mendakwa dan memvonis bersalah Megrahi, dan berargumen apabila sejumlah dokumen diungkapkan di pengadilan maka hasil persidangannya akan berbeda.
Namun, gugatan tersebut ditolak oleh lima hakim paling senior di Skotlandia.
Total 270 orang tewas ketika pesawat komersial asal Amerika Serikat Pan Am 103 meledak di atas sebuah perkampungan di Lockerbie, Skotlandia, pada Desember 1988. Ledakan yang katanya dilakukan oleh sejumlah pembajak pesawat itu merupakan serangan teror paling mematikan dalam sejarah Kerajaan Inggris Raya.*