Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Belajar Islam Dari Sumbernya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2011 10:40
Bagikan
Bagikan

Judul Buku : Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Penulis : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Fisik : Hardcover, Jumlah Halaman: 651
Penerbit : Pustaka Imam Asy Syafi’i (Cetakan Keenam, 2008)

DENGAN BERBAGAI
sarana dan fasilitas yang mencukupi, studi Islam di Barat jelas menggiurkan dan menjadi pilihan yang masuk akal bagi para generasi Islam dari kalangan akademis. Begitulah menurut Luthfi Assyaukanie MA, pengajar filsafat di Universitas Paramadina Mulya Jakarta, mendaraskan pengalamannya ketika belajar di sana.

Pertanyaannya kemudian, apakah mereka yang belajar di Barat mampu menjadikannya lebih cinta dan semangat dalam keberislamannya atau malah berada pada posisi yang gamang? Kenyataannya, justru banyak dari mereka yang malah melakukan distorsi ajaran Islam bahkan “menjelek jelekkannya”.

Melihat realitas ini, sebab besarnya mungkin adalah adanya sikap pengabaian terhadap ilmu yang lebih prinsip, yakni Tauhid. Mereka tidak mempelajari secara mendalam perkara yang sangat penting ini. Padahal dalam Islam, Aqidah adalah persoalan yang paling mendasar.

Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS. An-Nisa’:69).

Ayat Al Qur’an seperti diatas jelas tidak populer di kalangan kaum liberal yang memang kerap mengkritisinya dengan mengambil sumber sumber dari intelektual Barat yang dianggap lebih logis dan relevan, ketimbang berhujjah pada tafsir Ibnu Katsir atau Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut. Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT, Sang Pencipta.

Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir (berada dalam kegelapan, tertutup) meskipun dia Profesor Doktor, namun pada hakekatnya dia tidak pintar dan adalah orang orang yang bingung. Adakah yang lebih bingung daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya?

Karena Aqidah Islamiyah bersumber dari Allah yang mutlak, maka kesempurnaannya tidak diragukan lagi. Berbeda dengan filsafat yang merupakan karya manusia, tentu banyak kelemahannya dan keterbatasan.

Makanya seorang mu’min harus yakin kebenaran Aqidah Islamiyah sebagai poros dari segala pola laku dan tindakannya yang akan menjamin kebahagiannya dunia akherat. Dan merupakan keserasian antara ruh dan jasad, antara siang dan malam, antara bumi dan langit dan antara ibadah dan adat serta antara dunia dan akherat.

Dan lihatlah mereka yang belajar Islam bukan pada sumber dan hujjah (pijakan) yang benar. Apalagi sampai belajar Islam ke Barat tanpa asas aqidah yang kokoh. Saya setuju dengan pendapat bahwa dunia akademis Barat secara umum adalah dunia pragmatis, sebagaimana disinyalir oleh Luthfi.

Lebih lanjut menurut Luthfi, bahwa mereka (Barat) membuka bidang studi Islam yang biasa disebut area studies, oleh kebutuhan yang objektif secara akademis.

Namun yang riskan, dengan dalih tuntutan akademis yang objektif dan rasional, banyak diantara kita yang kemudian terjerembab masuk ke wilayah pemikiran Islam yang liberal, relativis, dan non-apologetik dalam memahami kitab suci.

Buku Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang ditulis oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, ini hadir memberikan penjelasan kepada kita bagaimana sesungguhnya Islam ini agar kita tidak memahaminya secara parsial.

Di dalamnya dijelaskan tentan aqidah, dan manhaj yang benar dari kitab para ulama terdahulu dengan dalil dalil yang shahih dari Al Qur’an dan As Sunnah, penjelasan para sabahat, Tabi’in, dan Tabi’ut dan Tabi’in, serta para ulama yang mengikut jejak mereka dengan baik.

Tak lupa di halaman 33 berisi tentang Pengertian Salaf, salafy, atau salafiyuyn, yang kebanyakan dari kaum muslimin belum mengetahuinya. Buku ini juga menjelaskan pengertian Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang sering diklaim aliran sesat sebagai pijakannya, dan persoalan aqidah di kehidupan kita sehari hari.

Tujuan penulis adalah mengajak kita agar ‘aqidah dan manhaj ini difahami oleh ummat Islam dengan benar, diyakini seyakin-yakinya, dan di amalkan dalam kehidupan sehari hari. Insya Allah.

Nah, Agar kita selamat dan tidak terjebak pada pemahaman Islam yang kabur, mari memahami dan mempelajari Islam dari sumbernya dengan hujjah (landasan) yang kokoh.    *Yacong B. Halike, pengelola laman Kallolo.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamold migrateYazid Jawas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Tangkap Wanita yang Mengenakan Burqa
Tulisan selanjutnya Hamid Karzai: Barat Bikin Bank Alami Krisis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?