Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Mendidik Anak Berkarakter Sejak Usia Dini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2012 14:44
Bagikan
Bagikan

Judul Buku                : Mendidik Karakter dengan Karakter
Penulis                     : Ida S. Widayanti
Penerbit                   : Arga Tilanta, Jakarta
Cetakan                   : Februari 2012
Tebal                       : xxvii + 161 halaman

 
Tadi malam di rumah saya mati lampu. Fazya, anak terkecil saya yang berusia 2,5 tahun agak takut dengan kegelapan. Saya kemudian teringat dengan sebuah kisah yang terdapat dalam sebuah buku. Lalu, saya praktekkan dan hasilnya luar biasa. “Dede nggak takut gelap lagi, Ayah,” katanya saat bangun tidur.

Inspirasi itu datang dari buku Catatan Parenting 2: Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia karya Ida S. Widayanti. Sepertinya baru kemarin saya mendapatkan buku tersebut. Dan kini, untuk kali ketiga, saya mendapatkan buku lanjutannya Catatan Parenting 3: Mendidik Karakter dengan Karakter.

Sama seperti sebelumnya, buku yang merupakan kumpulan tulisan di rubrik Celah Jendela Keluarga Majalah Suara Hidayatullah ini sangat menginspirasi.

Saya pernah membaca tulisan tentang Bercermin pada Masa Kecil Michael Jackson saat dimuat di Majalah Suara Hidayatullah. Penulis buku ini, mewanti-wanti kepada kita akan bahaya kekerasan verbal, baik hinaan maupun kata-kata yang mengancam karena akan menimbulkan luka mental. Michael Jackson menjadi salah satu korbannya. Dan pelakunya adalah ayahnya sendiri.

Di sekitar kita, lontaran kata-kata negatif seorang ibu atau anak dengan sangat mudah kita dengar. Saat saya mendampingi anak yang mengikuti lomba memasukkan bola ke dalam keranjang, seorang ibu memaki-maki anaknya karena ia tak bisa memasukkan bola. Kata-kata negatif meluncur deras dari mulut seorang ibu.

Baca Juga

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027

“Adi payah…letoy,” teriaknya.

“Ayo masukkan bolanya. Masa kalah sama Faza,” teriaknya lagi.

Wajah si anak yang diberondong kata-kata negatif tersebut seketika berubah. Terlihat malu dan putus asa. Tapi si ibu masih saja bersemangat menghujani anaknya dengan caci maki. Seketika saya teringat dengan kisah Michael Jackson.
Ketika mengambil rapot anak, kata-kata yang tak pantas terucap dari seorang ibu juga kerap terdengar.

“Kamu gimana sih, masa matematika dapat nilai 5.”

“Kamu malas. Makanya jangan nakal. Lihat nih rapotnya jelek!”

Tak banyak buku yang mampu memberi inspirasi. Hanya buku yang ditulis dengan bahasa hati yang bisa memantulkan energy positif bagi pembacanya. Hanya buku yang isinya telah dipraktekkan langsung oleh penulisnya saja yang bisa menggerakkan pembacanya. Dan buku ini termasuk salah satu yang sedikit tersebut.

Menurut penulis, sebab Allah telah memberinya tuntunan untuk umat manusia melalui seorang Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan kelembutan dan kasih sayang pada anak-anak.

Buku ini sekaligus cerminan perilaku asuh orangtua terhadap anak. Membaca buku ini membuat perasaan kita campur aduk. Saat kita membaca kisah Raja Frederick II dalam Manusia dan Sentuhannya, bisa jadi air mata menitik dari sudut bola mata kita karena kita jarang menyentuh anak-anak kita. Ketika kita membaca kisah seorang ibu yang memarahi anaknya dalam Penularan Emosi, boleh jadi kita merasa bersalah dan berujung sesal. Dan kita akan tersenyum kecil saat membaca kisah seorang anak yang bosan dengan nasehat ibunya dalam judul Bersyukur.

Kejelian dan ketekunan penulis “memungut dan mengumpulkan” ceceran hikmah yang ada di sekitar kita dan sehari-hari kita lakukan, merupakan anugerah tersendiri buat kita. Usai membaca buku ini, insya Allah akan lahir gelombang kesadaran parenting yang kian lama kian membesar; semangat kita membuncah hebat. Dan kita tak lagi merasa sendirian di tengah samudera luas pengasuhan anak karena sudah ada kompas yang akan memandu kita.

Buku yang diendors di antaranya oleh Prof Dr A. Malik Fadjar (pendidik dan mantan Mendiknas 2001-2004), DR Ratna Megawangi (founder Indonesia Haritage Foundation dan Sekolah Karakter), dan Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Direktur Auladi Parenting School) ini bermanfaat bagi orangtua dan guru, bahwa sesungguhnya pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini.

Dalam bukunya, penulis yang pernah mengajar di Politeknik ITB selama 12 tahun ini mengemas tulisannya dengan kisah-kisah sederhana, dan ditulis dengan sederhana pula, namun sarat makna. Selain itu, buku ini juga menampilkan tips praktis: membangun kemandirian, nyaman dengan aturan, berbicara yang bermakna, dan lain-lain.

Segeralah baca buku ini! Sebab, kita akan mendapatkan kunci rahasia bagaimana mendidik anak dengan karakter berdasarkan fitrahnya.

*Erwyn Kurniawan (Direktur Eksekutif Sekolah Keluarga dan Sekolah Akhlak Quran)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pastor Mau Presentasi, Eh… yang Muncul Gambar Porno
Tulisan selanjutnya Dai Salafy Minta Capres Ikhwan Bertaubat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Berita
8 September 2026 12:57
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
  • Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelPustaka

Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

5 April 2026 17:01
Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?