Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Konsep Imamah: Sumber Petaka Takfiri Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Maret 2016 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Maret 2016 12:00
Bagikan
Penganut Syiah meratap di makam cucu Rasulullah Hussein (ilustrasi)
Bagikan

Hidayatullah.com–Idiologi takfiri yang menyelimuti Syiah dasarnya adalah akidah mereka tentang konsep “Imamah”, dimana mereka meyakini dan mengimani bahwa setelah nabi meninggal maka kepemimpinan dunia dan agama akan diwariskan kepada para imam-imam Syang juga diyakini mendapatkan wahyu dari Allah dan maksum tanpa salah, tanpa dosa, serta dapat mengeluarkan syariat-syariat dan ketentuan-ketentuan keagamaan baru yang dinilai perlu dan sebagai tempat merujuk urusan dunia akherat, persis seperti Nabi.

Keyakinan Tentang imamah ini adalah pondasi utama Syiah sesat, rukun iman mereka, bagai trinitas dalam kristen. Tanpa rukun iman imamah Syiah tiada, dan  siapapun  yang tidak mengimani konsep imamah maka dia tidak beriman alias kafir.

Dengan demikian, dapat dipastikan dengan valid tanpa keraguan bahwa Syiah akan mengkafirkan semua kaum muslimin yang bikan Syiah, semua kamum maslimin yang tidak mengimani konsep Imamah KAFIR.

Syiah menjadikan  Imamah bagian dari pondasi agama, alias rukun imannya mereka, layaknya seperti mengimani kenabian dan hari akherat, bahkan mereka menganggap bahwa mengimani imamah jauh lebih penting dari Rukun Iman Utama lainnya, lebih penting dari rukun iman kepada nabi.

Ada banyak ulama Syiah yang menukil bahwa Imamah sebagai rukun iman (ushuluddin) mereka, diantaranya:

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Pertama, ayatullah Ja’far Sobhani, menukil dalam kitabnnya Al-Milal Wan Nihal dengan judul, “هل الإمامة من الأصول أو من الفروع” dan mengatakan bahwa para ulama Syiah telah konsensus bahwa imamah adalah rukun iman mereka. Dalam buku itu dituliskan, “sejak awal Syiah sudah melakukan konsensus bahwa imamah adalah salah satu dari rukun iman dan merupakan pondasi utama akidah Syiah. Para ulama-ulama Syiah sudah memberikan dalil-dalil akidah imamah dalam kitab-kitab mereka.

Oleh karena itu, keyakinan akan imamah para imam Syiah dianggap menjadi bagian yang wajib dalam rukun iman yang sahih, menurut mereka”. Sedangkan dalam akidah kaum muslimin, imamah bukan bagian dari rukun iman mereka.

Kedua, Muhammad Rida Al-Muzaffar mengatakan, “Kami mengimani dan meyakini bahwa Imamah adalah rukun Iman agama kami, Tidak akan dianggap beriman bagi siapa saja yang tidak meyakini imamah.”

Ketiga,  tokoh Syiah Imam Khumaini sendiri pernah mengatakan, “Imamah adalah salah satu rukun agama kami.”

Keempat,  Abdul Husein Al-Muzaffar mengatakan, “oleh karena itu kami wajib mempelajari konsep imamah, karena itu adalah bagian dari rukun iman agama kami, dan agama kami tidak akan ada tanpa idiologi imamah.”

Kelima,  ulama Syiah lain,  Ayatullah Naser Makarem Shirazi pernah mengatakan, “Imamah dalam pAndangan Syiah dan sekte ahlul bait adalah rukun iman dan pondasi akidah agama kami, oleh karena itu mengimani imamah bagian dari akidah agama ini, bukan asesioris belaka.”

Enam, sedangkan Ali Al-Husaini tokoh Syiah pengarang buku “Tidak ada penyelewengan al-Qur’an” mengatakan, “Terkait, apakah Imamah bagian dari rukun iman atau bukan, maka sesungguhnya Imamah adalah rukun iman seperti wajibnya mengimani kenabian.”

Tujuh, Ayatullah Abdul Husein Syarafuddin dalam kitab al-Muraja’at mengatakan, “Maka sudah maklum bahwa Ali sebagai pewaris kepemimpinan nabi adalah rukun Iman menurut agama Syiah”.

Pernyataan-pernyataan mereka terkait imamah sebagai rukun iman Syiah secara otomatis menghasilkan kesimpulan logis berupa pengkafiran siapa saja yang tidak mengimani imamah sebagai rukun iman, persis seperti orang-orang yang tidak mengimani rukun iman Syiah yang lainnya baik iman kepada tauhid, nubuwwah dan iman kepada Mi’ad atau hari akhirat.

Sehingga ketika ada yang mengingkari tauhid, kenabian dan akherat maka sudah menjadi konsensus para ulama Syiah bahwa dia kafir dan murtad. Begitu juga bagi yang tidak mengimani imamah, sudah barang tentu para ulama Syiah akan menghukumi mereka sebagai orang yang kafir dan keluar dari agama.

Berikut  saya akan nukilkan langsung kesimpulan logis ulama Syiah terkait pengkafiran yang dilakukan Syiah kepada siapa saja yang mengingkari imamah:

  1. Muhaqqiq Syiah Yusuf Al-Bahrani: “Anda kan sudah mengetahui bahwa orang yang tidak sependapat dengan Syiah (mukhalif) adalah kafir, dan sama sekali bukan bagian dari agama ini, dari seluruh aspek. Sebagaimana yang sudah kami tahqiq di dalam kitab kami “al-Syihab al-Tsaqib”. Selanjutnya, apa bedanya antara orang yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya dengan orang yang mengingkari para imam pengganti nabi, pada hal imamah adalah rukun iman.”
  2. Al-Amili, yang digelar dengan Syahid II dalam Haqa’iq al-Iman mengatakan, “Anda juga sudah mengetahui bahwa mengimani imamah para imam-imam Syiah alaihissalam adalah bagian dari rukun iman, dan itu sudah dianggap perkara aksiomatis di dalam agama (maklum bi dharurah). Dan Muhaqqiq Al-Thusiy juga menukil hal itu secara jelas. Sudah tidak diragukan lagi bahwa segal hal akan dianggap tidak ada jika anasir-anasir dasarnya tidak ada. Maka sudah barang tentu orang akan dihukum kafir (tidak beriman) jika sudah jelas-jelas tidak mengimani salah satu unsur dasar dari unsur-unsur akidah agama kita, sehingga siapapun yang tidak mengimani imamah maka dia kafir meskipun sudah mengucapkan syahadat. Dan hukum kafir ini berlanjut sampai kapanpun baik secara lahir maupun bathin selama orang tersebut belum mengimani imamah.”
  3. Muhammad Jamil Hamud, dalam kitabnya al-Fawa’id al-Bahiyyah Fi Syarh ‘Aqa’id al-Imamiyyah tidak hanya menyatakan bahwa imamah adalah bagian dari rukun iman, bahkan secara terang-terangan menyampaikan kesimpulan yang berbaya yang diakibatkan olehnya, yaitu dengan mengkafirkan semua mazhab kaum muslimin. Hamud menulis, “Jika sudah jelas bahwa imamah adalah rukun iman maka semua mazhab Islam yang tidak mengakui imamah itu berarti sudah keluar dari agama, dan siapa saja yang mengingkari imamah wajib dikafirkan, agar mazhab agama kita cuma satu saja yang kita akui, sedangkan mazhab-mazhab lainnya semuanya kafir. Dan label kafir ini sudah menjadi keharusan terhadap siapa saja yang tidak meyakini keimaman para imam-imam suci Syiah.”

Dengan demikian, para ulama Syiah sudah konsensus atau sepakat untuk membenamkan ke neraka jahannam siapa saja yang tidak mengimani imamah dan  kekal di dalamnya, layaknya kaum-kaum kafir yang lain seperti Yahudi dan Nasrani, meskipun orang tersebut sepakat dengan Syiah pada rukun-rukun iman yang lainnya, meskipun orang tersebut bersyahadat, shalat, berzakat, puas dan haji. Namun jika tidak mengakui imamah maka semua rukun-rukun iman yang pernah diyakininya tidak ada gunanya, semua amal ibadah wajib dan sunnat yang pernah dilakukannya tidak ada gunanya. Mengingkari imamah sama dengan pendurjana yang durhaka dan murtad dalam pAndangan Syiah, balasannya  pastilah neraka jahannam, dan tidak ada bedanya dengan kaum majusi dan wasani.

Pengakafiran seluruh kaum muslimin yang dilakukan Syiah karena tidak mengakui imamah bukanlah sekedar tuduhan belaka, melainkan sebuah hakikat.*/diambil dari Al-Fikr Al-Takfiri ‘Inda Al-Syiah, Abdul Malik Bin Abdurrahman As-Syafii, Hal.47-53, Cet. I, Maktabah Imam Bukhari, 2006, Ismailiah-Egypt. Diterjemahkan Kivlein Muhammad

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ImamahkafirsyiahTakfiri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meksiko Tangkap Pencuci Uang Gembong Narkoba Joaquin Guzman
Tulisan selanjutnya Narkoba, Orang Tua dan Generasi Kita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?