Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Sosok Sahabat Luar Biasa Hasil Didikan Rasulullah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 1 Oktober 2011 17:11
Bagikan
Bagikan

KITA tentu pernah mendengar Nabi Muhammad SAW berkata tentang zaman yang paling ideal, terbaik. Zaman yang dimaksud beliau tidak lain adalah zaman di mana beliau hidup (khairul quruni qarni). Di zaman itulah, lahir generasi sahabat yang luar biasa. Mereka mencintai Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW. Begitu juga dengan Allah SWT dan Rasulullah-Nya juga mencintai mereka. Hidup mereka selalu dalam keberkahan dan keridhoaan Allah SWT.  

Tidak hanya itu, hidup mereka juga dipersembahkan untuk Islam. Tak ada waktu sisa untuk Islam. Tak ada harta sisa untuk Islam. Tak ada darah yang menetes sisa untuk Islam. Semuanya dipersembahkan untuk Islam. Bagi mereka, Islam nomor wahid. Dunia dijadikan sebagai sarana (wasilah) untuk akhirat. Meski tidak mengesampingkan dunia, tapi dunia diletakan di tangan, bukan di hati.

Konsekwensi keberIslaman mereka diuji. Saat permulaan dakwah di Makkah mereka mendapat perlakuan sangat buruk dari kafir Quraisy. Mereka diintimidasi, disiksa, diembargo, bahkan tak sedikit yang dibunuh. Namun, karena kecintaan mereka pada Islam, ujian itu tak lebih seperti pemanis hidup. Indah dikecap. Nikmat dijalani. Berbuah surga.   

Dalam buku “Sahabat Remaja Nabi” yang ditulis Fathi Fawzi Abd al – Mu’thi ini, setidaknya ada 18 sosok remaja yang pernah berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW. Ke-18 remaja tadi bukan sosok sembarangan. Semuanya memiliki kelebihan dan prestasi spektakuler dalam memperjuangkan Islam. Mereka juga memiliki keahlian di bidang masing-masing. Ada yang ahli perang, pakar hukum, pakar al Quran, pakar hadist, dan lain sebagainya. Ada juga yang menguasai semuanya.

Keberhasilan ke-18 remaja yang tidak lain partner berjuang Rasulullah SAW dalam menegakkan kalimat Allah di bumi ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peran Nabi Muhammad SAW. Peran Rasulullah SAW dalam men-tarbiyahi mereka membuat mereka lahir sebagai sosok yang alim, berjiwa pejuang, dan ahli ibadah. Interaksi Rasulullah yang sarat dengan transformasi nilai ilahiyah yang membentuk pribadi qurani dan rabbani.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Seperti sahabat Ali ibnu Abi Thalib. Ia sosok sahabat multitalent yang dilahirkan berkat didikan Nabi Muhammad. Masa kecil sahabat yang juga kesatria perang ini banyak dihabiskan bersama Nabi. Ia banyak terinpirasi dan ter-sibhgoh (terwarnai) cara dan pola hidup Rasulullah. Tak heran bila Ali besar sebagai pembela Islam yang tangguh. Di berbagai kesempatan ia selalu tampil ke gelanggang membela Rasulullah, baik dengan ilmunya, pedangnya, dan nyawanya.

Dalam buku setebal 383 halaman itu dijelaskan, betapa beraninya Ali ibnu Abi Thalib ketika menggantikan Rasulullah tidur di tempat tidur beliau saat hendak dibunuh kafir Quraisy. Ketika itu Rasulullah dan Abu Bakar meninggalkan rumah dan menuju ke Yastrib (Makkah). Namun, Ali tidak takut andai segerombolan kafir Quraisy yang telah di luar rumah Rasulullah dengan senjata terhunus siap menduga jika ia adalah Rasulullah dan dibunuhnya kapanpun saja. Meski masih muda, Ali tidak gentar sedikitpun.

Tidak di situ saja keberanian Ali. Pada saat Perang Ahzab (Khandaq) — saat kaum Quraisy bersengkongkol dengan kelompok Ghathafan, Fazarah, dan Yahudi untuk membantai Madinah, khususnya Rasulullah – Amr ibnu Wud, salah satu berkuda Quraisy berteriak, “Siapa berani duel denganku?” Ali Ibnu Abi Thalib langsung meloncat. Tahu Ali yang loncat, Amr kaget takut kalah denganya.

“Aku tak butuh bertarung denganmu. Ayahmu adalah sahabatku, dan aku tak ingin menumpahkan darahmu.”

Ali tetap ngotot. Ia acungkan dan lambai-lambaikan pedangnya sembari berteriak, “Tetapi aku ingin bertarung denganmu dan menumpahkan darahmu.”

Terjadilah pertarungan. Amr dengan gesitnya mengayunkan pedangnya ke arah Ali. Tapi Ali dengan sigap memukul telak pas di kepalanya hingga Amr jatuh ke tanah.

Itulah sosok Ali ibnu Abi Thalib, remaja hasil didikan madrasah Rasulullah. Out put-nya tidak diragukan lagi dalam perjuangannya untuk Islam. Kita tentu ingin kualitas umat Islam seperti para sahabat. Kita juga ingin menjadikan akhir zaman ini sebagai zaman terbaik, seperti saat itu. Tapi, apa boleh buat, Rasulullah tidak ada di tengah-tengah kita.

Meski begitu, kita dilarang pesimis. Setidaknya, meski kita tidak bisa belajar langsung face to face dangan Rasulullah, tapi kita bisa belajar dari sunnahnya, dari sejarahnya, dan tentunya, salah satunya dari buku ini. Selamat menikmati!  

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kazakhstan Semakin Sekuler
Tulisan selanjutnya Jamaah Haji Mulai Berdatangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?