Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Pluralisme Agama Tidak Dikenal dalam Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2021 08:46 8:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2021 18:04
Bagikan
Toleransi dan kerukunan tak harus mencampur-adukkan dengan akidah
Bagikan

Oleh: Chandra Pribadi

Hidayatullah.com | DALAM perspektif universal, manusia sulit hidup tanpa sebuah agama.  Dengan agama, manusia hidup menjadi terarah dan menjadikannya sebagai humanisme.

Kalangan penganut relativisme mengatakan semua agama sama dan benar. Mereka mengatakan, semua penganut agama tidak berhak mengatakan agamanya saja yang benar karena kita bukanlah hakim untuk agamanya, sebab menurutnya, setiap jiwa memiliki agama khusus untuk dirinya sendiri, dan tidak ada orang lain yang mempunyai hak untuk menilai agamanya. (Hazrat Inayat Khan, Kesatuan Ideal Agama-Agama, (Yogyakarta: PUTRA LANGIT, 2003)).

Pemikiran yang menganggap semua agama sama, dan sama benar (pluralisme agama) seperti ini tidak dipakai dalam Islam.  Sebab dalam Islam, sesungguhnya tidak dibenarkan sebuah ajaran yang membenarkan semua agama, beberapa ayat telah menjelaskan hal tersebut:

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ…

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (QS: Al Kahfi: 29).

Nilai-nilai yang disebut di atas tidak boleh diubah dan diabaikan. Ia adalah harga mati karena itu adalah haq, yakni sesuatu yang mantap dan tidak mengalami perubahan, sebab sumbernya Allah Swt. Karena itu, siapa yang menerimanya silahkan menerimanya dan siapa yang enggan, biar saja dia enggan, Islam tidak memaksa.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”  (QS: Al- Kafirun: 6).

Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah-nya,  kata din di ayat di atas dapat berarti agama, atau balasan, atau kepatuhan. Sementara ulama memahami kata tersebut di sini dalam arti balasan.

Kalau din diartikan agama, ayat ini tidak berarti bahwa Nabi mempersilahkan mereka menganut apa yang mereka yakini. Apabila mereka telah mengetahui tentang ajaran agama yang benar dan mereka menolaknya serta bersikeras menganut ajaran mereka, ya silahkan, sebagaimana disitir QS. Al-Baqarah: 256.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: Al-Baqarah: 256).

Dalam Surat As Saba’ Allah telah memperingatkan, kelak mereka akan mempertanggungjawabkan masing-masing.

وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

قُلْ لَا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ

“Dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”.Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (QS: As-Saba’: 24-26).

Ayat surah ini menanggapi usul kaum musyrikin untuk berkompromi salam akidah dan kepercayaan tentang Tuhan. Usul tersebut ditolak dan akhirnya ayat terakhir surah ini menawarkan bagaimana sebaiknya perbedaan tersebut disikapi. Demikian bertemu akhir ayat surah ini dengan awalnya.

Jadi, agama Islam adalah agama yang benar, tetapi merealisasikan kebenaran juga tidak seharusnya dengan kekerasan, seperti memaksa masuk ke dalam Islam, menghukum orang-orang yang tidak masuk Islam. Tentunya hal-hal yang demikian tidak dibenarkan dalam Islam, melainkan menyampaikan kepada mereka tentang kebenaran yang sebenarnya.

Islam adalah agama yang toleransi terhadap agama lainnya, namun hal itu tidak memaksa agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam. Tetapi jika toleransi dimaknakan untuk membenarkan semua agama, tentu sangat tidak dibenarkan dalam Islam.

Tuhan Muslim adalah Allah bukan yang lain, jika menyamakan Allah dengan makhluk maka tentunya umat tersebut telah melakukan sebuah kesyirikan yang merupakan dosa besar. Wallahu a’lamu bi as-shawab.*

Peserta PKU-UNIDA Gontor angkatan X

Baca juga: Pluralisme, Klaim Kebenaran yang Berbahaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamislam liberalislam liberal (JIL)Pemikiran Islam LiberalPluralisme agama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kasus positif covid Satgas Covid-19: Angka Kematian di Bulan Juli, Naik 4 Kali Lipat
Tulisan selanjutnya Labu, Salah Satu Makanan Kegemaran Nabi    

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?