Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Kelompok Liberal dan Dahriyyah di Era Baru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2021 14:35 2:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2021 14:35
Bagikan
Iklan ajakan mengikuti atheisme di bus kota di London.
Bagikan

Hidayatullah.com | KEHADIRAN orang yang inkar terhadap keberadaan Tuhan telah ada sejak zaman dahulu, Dalam perkembangan, di abad modern seperti sekarang ini mereka dikenal dengan ateis.

Para ulama menyebut mereka dengan istlah al-dahriyyun. Jadi, kelompok al-dahriyyun merupakan kaum ateis pada masa silam.

Dalam al-Munkidz min al-Dhalal, imam al-Ghazali mengidentifikasi kelompok ini. Mereka adalah sekelompok filosof zaman dahulu yang menolak kewujudan Allah Yang Maha Mencipta Alam dan Yang Maha Kuasa. Mereka meyakini bahwa alam ini senantiasa ada dengan sendirinya  tanpa ada yang menciptakan. Mereka ini adalah kelompok zindiq (Imam al-Ghazali, al-Munkidz Min al-Dhalal, hal. 35).

Al-Dahriyyah dari kata al-dahr artinya masa atau waktu. Mereka meyakini bahwa yang mematikan makhluk tidak lain hanyalah karena masa atau waktu, karena itulah mereka disebut dengan al-Dahriyyah.

Ada juga kelompok yang memiliki pemikiran yang hampir sama. Juga sama-sama dari kalangan intelektual. Mereka adalah ilahiyyun dan thabi’iyyun. Berbeda dengan dahriyyun, kelompok ini masih percaya pada Tuhan, akan tetapi mereka memiliki keyakinan yang menyimpang yaitu percaya bahwa Allah mengetahui perkara kulliyat (global), tidak mengetahui yang juz’iyyat (perkara kecil yang rinci).

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Jika diperhatikan, pemikiran kelompok dahriyyah ini bisa dilacak dari kelompok pengikut ateisme. Bahkan, pelacakan bisa ditemukan pada tokoh-tokoh sekularisme Barat. Dan mereka semua dari kalangan intelektual dan kaum filosof.

Harvey Cox (1929)  — tokoh  sekularisasi Eropa — menyatakan bahwa masa modern adalah zaman yang tidak ada agama sama sekali, oleh karenanya perlu dijelaskan bagaimana berbicara Tuhan tanpa agama. Ludwig Feurbach (1804-1872), salah seorang tokoh sekulerisme Barat, dalam The Essence of Christinity secara lugas menyatakan bahwa agamalah yang sebenarnya menyembah manusia (religion that worships man), bukan sebaliknya.

Karena inilah, maka dalam sekularisme otoritas Tuhan dimarginalkan. Pertama-tama mengabaikan agama. Kemudian merendahkan Tuhan. Dan pada berikutnya anti-Tuhan.

Patricia Aburdene meramalkan suatu saat ada kecenderungan baru di negara-negara Barat, spirituality yes; organized religion no!, dimana agama tidak dibutuhkan, bahkan dianggap racun. Pemikiran demikianlah yang cukup gencar dikampanyekan kaum Muslim liberal. Sebagaimana dahulu dahriyyah menyerang kaum intelektual, maka kini ateisme-sekularisme menyerang intelektual muda baik di Barat maupun negara-negara Muslim.

Kaum ateisme ini merupakan dahriyyah di abad modern. Pertama-tama mereka menganuti pemikiran sekularisme. Sampai pada tingkat yang ekstrim menolak sama-sekali kewujudan Tuhan. Sehinnga ada yang menyebut sekularisme itu bentuk ateis baru.

Jadi, gelombang pemikiran sekular bisa menghantar seseorang menjadi ateis. Buktinya di negara-negara Barat. Kini banyak yang ateis. Sebelumnya mereka adalah kaum liberal.

Apabila ada seorang intelektual Muslim berpendapat bahwa tidak ada hukum Tuhan, maka “setengah langkah” lagi dia menjadi seorang dahri (penganut dahriyyah). Atau, seorang ahli sains yang berpendapat bahwa dalam perisitiwa-peristiwa alam, Tuhan tidak ikut andil mengubahnya. Maka dia seorang thabi’iyyun. Berada di pintu masuk kaum dahriyyah.

Jadi ternyata, seseorang yang berhaluan paham ateis itu tidak hanya aktivis yang tergabung dalam sebuah organisasi/partai berpaham ateis, tetapi ateisme bisa menjalar ke semua kalangan ilmuan. Bahkan pada seorang yang berpegang KTP muslim sekalipun.

Dulu di Indonesia aktivis partai berhaluan ateis mengolok-olok agama. Melecehkan Allah, dan merendahkan Malaikat dan Rasulullah ﷺ

Tetapi kini, anak-anak muda Muslim yang menggemari buku Kar Marx, Harvey Cox, dan lain-lain cukup “fasih” melecehkan Tuhan. Berapa kali diberitakan terjadi insiden pelecehan di kampus berlabel Islam?

Karenanya penting untuk membetulkan ilmu dan membebaskan kaum intelektual dari cengkraman pikiran liberalisme yang sudah diharamkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 2005. Dikutip oleh imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin sayidina Umar bin Khattab berkata, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umat ini adalah orang pintar yang munafik. Para sahabat bertanya: Bagaimana bisa seseorang itu menjadi munafik yang pintar? Umar menjawab: Yaitu orang yang pandai berbicara (bak seorang alim), tapi hati dan perilakunya jahil”.

Orang yang disebut Umar ra tersebut merupakan orang yang pandai, intelektualnya tinggi, akan tetapi pemikirannya rusak. Berpotensi menjadi dahriyyun di abad modern.*/Inpasonline

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:atheisbaratsekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vaksinasi di DKI Sudah Capai 95 Persen, Polda Metro: Jakarta Capai Herd Immunity
Tulisan selanjutnya Penjajah Zionis Memulai Proyek Yahudisasi di Masjid Tempat Makam Nabi Ibrahim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?