Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Ulama dan Kebangkitan Umat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2017 17:02 5:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2017 17:02
Bagikan
Massa 'Aksi Bela Ulama' duduk setia mendengarkan orasi
Bagikan

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

Daftar isi
  • Umat Islam Madura akan Gelar Aksi Bela Ulama
  • HRS: Aksi Bela Islam Bukti Persatuan Umat dan Posisi Ulama
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

 

AL-QURAN dan Sunnah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memposisikan para ulama pada derajat yang tinggi dan terhormat. Mereka tidak sama posisinya dengan kaum awam nan jahil (QS: az-Zumar:9). Dengan ilmu yang mereka miliki derajat diangkat sekian derajat di atas kaum yang jahil (QS: al-Mujadilah:11). Maka sangat masuk akal jika mereka adalah makhluk Allah yang takut (khasy-yah) kepada-Nya (QS: Fathir:28).

Dalam sabdanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menyebut mereka sebagai “waratsatul-anbiya’” (pewaris para nabi: yang mewarisi dan mewariskan ilmu kepada umat ini (HR. Ibn Hibban, Abu Dawud, Ibn Majah, dan ad-Darimi).

Bahkan wafatnya seorang alim menjadi sebab dicabutnya ilmu. Dan dicabutnya ilmu merupakan satu tanda akan terjadinya hari Kiamat (HR. al-Bukhari)

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Umat Islam Madura akan Gelar Aksi Bela Ulama

Bahkan, Abdullah ibn Amr ibn al-‘Ash menyatakan bahwa beliau mendengar Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda demikian,

إن الله لا يقبض العلم انتزاعا، ينتزعه من العباد. ولكن يقبض العلم بقبض العلماء. حتى إذا لم يبق عالما، اتخذ الناس رؤوسا حهالا، فسئلوا، فأفتوا بغير علم، فضلوا وأضلوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu secara langsung dari para hamba. Namun Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Sehingga jika tidak ada lagi seorang alim pun, manusia memilih orang-orang jahil sebagai pemimpin mereka. Pemimpin jahil ini kemudian ditanya, lalu memberi fatwa (jawaban) tanpa dasar ilmu sehingga sesat dan menyesatkan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dan tentunya masih banyak sabda beliau tentang kedudukan para ulama. Oleh karena itu umat diwajibkan taat kepada mereka. Ketika menafsirkan kata “ulul amri” dalam QS: an-Nisa’:59 para ulama banyak yang memaknainya dengan para ulama, atau ahli fiqih dan agama. Ini, misalnya, pandangan Mujahid, ‘Atha’, al-Hasan al-Bashri, dan Abu al-‘Aliyah. (Imam Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim (Kairo: Dar al-Hadits, 1432 H/2011 M), 1/638). Tentu selama mereka tidak mengajak umat untuk melakukan kemaksiatan dan menentang ajaran Allah.

Kebangkitan Umat

Kemudian, dalam sejarah, ada satu hal penting berkaitan dengan peran ulama dalam kebangkitan umat. Ini satu hal yang tak dapat dinafikan. Peran mereka sangat besar dalam hal ini.

Kita mengenal mujahid hebat pembebas Baitul-Maqdis atau al-Aqsha dari tangan kaum Salibis, Shalahuddin al-Ayyubi. Tapi siapa kira peran ilmu yang disebarkan oleh Imam Abu Hamid al-Ghazali dan Syekh Abdul Qadir al-Jailani begitu kuat terpatri dalam jiwanya.

Jika ada Mujahid sehebat Muhammad al-Fatih yang membebaskan Benteng Konstantinopel pada 1514 M, maka di belakang dia ada seorang alim yang hebat bernama Syekh Syamsuddin.

HRS: Aksi Bela Islam Bukti Persatuan Umat dan Posisi Ulama

Pun Saifuddin Quthuz, panglima Perang ‘Ain Jalut, tak lepas dari peran seorang alim hebat al-‘lzz ibn Abdissalam yang digelar sebagai “Sulthanul ‘Ulama” (Sultan Para Ulama).

Di Indonesia pun demikian. Kebangkitan Islam dalam ranah pendidikan Islam tak lepas dari sosok hebat KH. Ahmad Dahlan yang dirikan Persyarikatan Muhammadiyah pada 1912. Demikian pula Nahdlatul Ulama (NU) yang tak lepas dari sosok KH. Hasyim Asyari. Di Persis pula ada Ahmad Hassan yang telah lahirkan pemikir dan seorang alim hebat, M. Natsir. Ini sekadar contoh tanpa menafikan gerakan kebangkitan yang lain.

Dan hari ini umat kembali bangkit dengan mengatasnamakan membela para ulama. Maka, sekali lagi, umat memang selalu akan bangkit selama ada kedekatan dengan para ulama. Kalau menjauh maka kebangkitan itu pun takkan pernah mewujud.

Untuk itu, umat harus membela para ulama dari bentuk kriminalisasi apapun. Dalam kondisi saat ini aroma kriminalisasi terhadap ulama begitu terasa.

Maka, umat harus melawan bentuk usaha kriminalisasi terhadap para pewaris nabi ini. Jika tidak, maka umat akan kembali jatuh, terpuruk, terjajah, dan akhirnya mati. Untuk itu, ayo bangkit bersama ulama!

Penulis aktif di Majelis As-Shuffah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benteng Konstantinopelkebangkitan ulamakebangkitan umatMuhammad al Fatihpewaris para nabiseorang alimShalahuddin al-AyyubiSultan Para UlamaSulthanul Ulamawaratsatul-anbiya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Blogger Anak Asal Suriah Bana al-Abed Surati Donald Trump
Tulisan selanjutnya Eksekusi Massal Kuwait Gantung 7 Narapidana, Termasuk Anggota Keluarga Kerajaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?