Hidayatullah.com—Aksi teror dan penyerangan Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) selama enam tahun sejak tahun 2017 telah melahirkan rasa takut hingga korban meninggal dunia. Kelompok KKB pimpinan Egianus Kogoya tercatat melakukan 65 kali aksi kekerasan bersenjata yang menyebabkan 74 orang luka-luka dan meninggal.
“74 Orang yang meninggal dan luka-luka itu terdiri dari aparat keamanan dan warga sipil,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Donny Charles Go di Jayapura, Rabu (15/2/2023).
Aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan sejak tahun 2017 itu terdiri dari 31 aksi penembakan, 16 aksi kontak tembak, delapan aksi penyerangan, tiga aksi pembantaian dan dua aksi pembakaran.
Kelompok Egianus Kogoya juga telah tercatat pernah melakukan aksi pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, pengancaman, dan penyanderaan pilot. “Polda Papua telah menerbitkan 16 orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) untuk dilakukan tindakan hukum,” jelas Donny.
Dari data yang dihimpun terkait kejahatan KKB pimpinan Egianus Kogoya adalah sebagai berikut:
1. Tanggal 22 Juni 2018, pesawat Twin Otter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air rute Timika-Kenyam ditembak di lapangan terbang Kenyam, hingga menyebabkan kopilot Irene Nur Fadila mendapat luka tembak.
2. Tanggal 25 Juni 2018, pesawat Twin Otter milik Trigana yang mengangkut logistik pemilu dan pihak aparat keamanan ditembak hingga menyebabkan pilot pesawat Kapten Ahmad Kamil terkena luka tembak di punggung, dan juga menyerang masyarakat hingga tiga orang meninggal yakni Hendrik Sattu Kolab (38) dan istrinya, Martha Palin (28) serta teman mereka, Zainal Abidin (20). Sedangkan Hendrik (6 th) mengalami luka parah di wajah akibat dibacok dengan parang.
3. Tanggal 17 Oktober 2018, sebanyak 15 orang guru dan tenaga kesehatan disandera di Distrik Mapenduma dan salah seorang diantaranya diperkosa.
4. Tanggal 1-2 Desember 2018, penyerangan terhadap karyawan PT Istaka Karya hingga menyebabkan 19 orang meninggal, dua hilang dan empat orang selamat.
5. Tanggal 3 Desember 2018, penyerangan terhadap Pos TNI 755/Yalet, hingga menyebabkan Serda Handoko meninggal dan satu prajurit luka-luka.
6. Tanggal 4 Desember 2018 satu prajurit terkena luka tembak di Puncak Kabo.
7. Tanggal 5 Desember 2018, kontak tembak hingga menyebabkan Bharatu Wahyu terkena luka tembak.
8. Tanggal 7 Maret 2019, menyerang Distrik Mugi tercatat tiga prajurit gugur, yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu.
9. Tanggal 20 Maret 2019, tiga anggota Brimob ditembak dan salah satunya gugur, yakni Bharada Aldi.
10. Tanggal 23 September 2019, Egianus Kogoya memimpin pasukannya mengadang rombongan TNI di Danau Habema, dua prajurit TNI gugur.
11. Tanggal 26 Maret 2022, kontak senjata dengan personel Marinir di Distrik Kenyam, menyebabkan dua personel gugur, satu kritis, dan tujuh luka-luka.
12. Tanggal 7 Juni 2022, pesawat milik Sam Air yang mendarat di Bandara Kenyam ditembak hingga mengalami kerusakan di bagian tangki dan ban depan pesawat.
13. Tanggal 16 Juli 2022, kelompok Egianus Kogoya membantai 12 masyarakat di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, 10 orang meninggal termasuk salah seorang diantaranya pendeta.
14. Tanggal 7 Pebruari 2023 KKB membakar pesawat milik Susi Air di Paro dan menyandera pilot berkebangsaan Selandia Baru.
Menyandera pilot Susi Air
Sebelumnya, kelompok teror pimpinan Egianus Kogoya, hari Selasa (7/2/2023), dilaporkan membakar pesawat milik Susi Air yang dikemudikan Philip Mark Mehrtens.
Egianus dan kelompoknya sempat mengancam hendak membunuh 15 pekerja bangunan yang sedang membangun puskesmas di Paro sehingga mereka melarikan diri ke hutan dibantu masyarakat. Ke 15 pekerja itu sudah dievakuasi ke Timika sejak Rabu (8/2/2023) setelah TNI-Polri mengevakuasi dari kawasan gunung Wea menggunakan tiga helikopter.
Pemerintah Indonesia secara de facto telah menetapkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar.
“Dapat kami pastikan bahwa negara telah menetapkan bahwa (kelompok) kriminal bersenjata di Papua sebagai peristiwa kejahatan terorisme,” kata Boy dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2023).*