Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sekelompok Narapidana Muslim Gugat Penjara AS Usai Disemprot Merica Saat Sholat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Maret 2023 16:30 4:30 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Maret 2023 17:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Sebuah kelompok hak sipil Muslim Amerika menggugat beberapa pejabat sistem penjara Missouri karena diduga menyemprot merica para narapidana Muslim saat mereka sholat.

Gugatan hukum tersebut, diajukan atas nama para narapidana oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), menuduh para petugas departemen pemasyarakatan Missouri melanggar hak-hak konstitusional para narapidana, termasuk melanggar kebebasan menjalankan agama.

“Gugatan ini ialah tentang meminta pertanggungjawaban pejabat negara dan menegakkan hak semua warga negara,” ujar pengacara CAIR, Kimberly Noe-Lehenbauer, dalam sebuah pernyataan. “Begitu seseorang memasuki lembaga pemasyarakatan, mereka tidak begitu saja kehilangan hak paling dasar mereka dan menjadi sasaran terbuka untuk kekerasan dan pelecehan.”

Menurut gugatan yang diajukan Kamis lalu, 28 Februari 2021, sembilan narapidana Muslim sedang sholat di ruang umum ketika petugas lapas menyuruh mereka berhenti.

Para narapidana mengatakan mereka telah sholat berjamaah tanpa masalah tiga kali pada hari sebelumnya dan juga telah melakukannya “ratusan kali dalam beberapa bulan” sebelumnya.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Pada momen itu, dua puluh petugas lapas mendatangi para napi Muslim yang sedang sholat. Mengetahui kedatangan petugas, dua narapidana berhenti sholat dan melangkah pergi, sementara dua lainnya juga berhenti sholat namun kemudian diborgol.

Lima lainnya dihujani dengan semprotan merica, beberapa diborgol, dan satu narapidana dipukuli, menurut gugatan tersebut.

Para narapidana mengatakan bahwa penjaga akhirnya mengisolasi tujuh dari mereka di sel dengan semprotan merica yang masih menutupi tubuh mereka. Mereka tidak diberi evaluasi medis, cuci mata, mandi, persediaan pembersih, atau nasihat medis, kata gugatan itu.

“Perlakuan yang dilaporkan kepada para tahanan ini mengerikan dan sepenuhnya melanggar tidak hanya hak hukum mereka tetapi juga martabat dasar manusia mereka,” Yasir Ali, yang bertugas di dewan CAIR cabang Missouri. “Kami berharap keadilan akan menang dalam kasus ini dan mereka yang bersalah akan dimintai pertanggungjawaban.”

Menurut gugatan tersebut, salah satu penjaga yang terlibat telah dikeluarkan dari pengiriman makanan selama bulan Ramadhan beberapa tahun sebelumnya, setelah memberi tahu beberapa narapidana bahwa “dia menderita PTSD karena ‘dilatih untuk membunuh Muslim di Afghanistan’, dan keberatan bahwa dia sekarang ‘harus memberi makan ibu-ibu ini’.”

Middle East Eye menghubungi Departemen Pemasyarakatan Missouri untuk mengomentari cerita ini.

Beberapa tuntutan hukum telah diajukan dalam beberapa tahun terakhir berkaitan dengan masalah kemampuan narapidana Muslim untuk menjalankan keyakinan mereka saat dipenjara.

Antara 2017 dan 2019, 16 kasus kebebasan beragama terkait narapidana Muslim diajukan ke pengadilan federal. Lebih dari 60 di antaranya tentang kebutuhan makanan, dan 34 lainnya terkait khusus dengan pelanggaran selama bulan suci Ramadhan.

Pada bulan Januari, pengadilan federal membatalkan sebagian keputusan yang dibuat terhadap seorang narapidana Muslim, memutuskan bahwa penjara Virginia harus mempertahankan praktik penyiaran kebaktian Kristen di setiap layar televisi pada hari Minggu.

Narapidana berpendapat bahwa penyiaran kebaktian Kristen merupakan pelanggaran terhadap klausul kebebasan beragama dalam Konstitusi.

Pada tahun 2019, setelah pertarungan hukum yang berasal dari sebuah penjara di Kentucky, Biro Penjara Federal mengubah pedoman nasionalnya untuk merekomendasikan sholat berjamaah.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dewan Hubungan Amerika IslamIslam di AmerikaMissourinarapidanaTahanan Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kitab Terbaru Habib Rizieq Shihab dalam Bahasa Arab, Panduan Tidak Saling Mengkafirkan Sesama Muslim  
Tulisan selanjutnya Tidak Hanya Penjarakan Warga Palestina, Israel Juga Mencuri Uang Mereka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?