Hidayatullah.com—Seperti tradisi umat Islam lainnya di seluruh dunia, masyarakat Istanbul, Turkiye dikejutkan dengan tabuhan genderang sebagai bagian mengingatkan warga untuk sahur di bulan Ramadhan.
Tradisi kuno ini tetap terpelihara, meski generasi sekarang dibekali dengan kecanggihan teknologi seperti munculnya ponsel pintar bisa menggunakan sebagai alarm atau jam weker.
Sehubungan dengan Ramadhan kali ini, sebanyak 3.400 penabuh genderang yang terdiri dari berbagai usia ditugaskan untuk membangunkan masyarakat di 963 lingkungan di seluruh Istanbul.
Ketua Lingkungan Istanbul, Selami Aykut mengatakan, tradisi tersebut sudah dimulai sejak era Kesultanan Utsmaniyah. Menariknya lagi, tugas menabuh gendang diturunkan secara turun-temurun dari anggota keluarga sebelumnya.
“Semua 3.400 penabuh genderang ini bukan tangkapan tapi mereka telah terlibat selama bertahun-tahun. Ada penabuh yang mewarisi pekerjaan dari ayah dan kakek mereka,” kata Selami dikutip DailySabah.
“Anak-anak kecil atau remaja bukanlah penabuh bedug sembarangan karena harus menjalani tes dan lulus sebelum diberikan kartu khusus pemukul bedug Ramadhan agar bisa terlibat dalam kegiatan ini selama sebulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain menabuh bedug dan melantunkan kata sahur secara berulang-ulang, para staff atau penabuh juga akan membacakan puisi pendek sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah lainnya.*