Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Konsultasi Syariah

Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Sekali

Thoriq
Terakhir diupdate: 24 Maret 2023 09:57 9:57 am
Thoriq
Dipublikasikan 24 Maret 2023 04:46
Bagikan
Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Sekali
Bagikan

Dalam Madzhab Maliki, niat puasa Ramadhan dilakukan di malam hari yakni setelah matahari terbenam hingga bersamaan dengan fajar

Daftar isi
  • Madzhab Hanafi
  • Madzhab Maliki
  • Madzhab Syafi’i
  • Madzhab Hanbali
  • Dalil Madzhab Hanafi
  • Dalil Mayoritas Ulama
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | PARA ulama berbeda pendapat mengenai kapan niat puasa harus dilakukan dalam melaksanakan puasa Ramadhan. Di bawah ini kami jabarkan niat puasa Ramadhan menurut empat madzhab.

Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi berpendapat bahwasannya niat untuk melaksanakan puasa Ramadhan dibagi dalam beberApa waktu. Waktu pertama adalah waktu setelah terbenamnya matahari. Pada asalnya waktu niat adalah waktu awal melakukan suatu amalan, namun untuk mengetahui waktu awal terbitnya fajar adalah hal yang sulit dan itu terjadi di waktu-waktu kebanyakan manusia lalai, maka untuk memberi kemudahan bisa dilakukan setelah matahari terbenam.

Namun para ulama Madzhab Hanafi juga membolehkan melakukan niat puasa Ramadhan setelah fajar hingga pertengahan hari (dari terbit matahari hingga waktu dhuha) ada pula yang berpendapat sebelum Dzuhur. (Al Mabsuth, 3/62).

Madzhab Maliki

Sedangkan dalam Madzhab Maliki, niat puasa Ramadhan dilakukan di malam hari yakni setelah matahari terbenam hingga bersamaan dengan fajar. Dan itu cukup dilakukan di awal malam Ramadhan dengan niat puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. (Lihat, At Taudhih fi Syarh Mukhtashar Ibni Hajib, 2/397).

Baca Juga

Antara Qadha dan Syawal: Bolehkah Satu Kali Puasa Menggabungkan Dua Niat?
Masjid dan Mushalla menurut Al-Quran dan Hadis
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat  
Tidak Sholat dan Membayangkan Porno di Bulan Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa?
Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial

Madzhab Syafi’i

Adapun dalam madzhab Syafi’i, niat puasa dilaksanakan di malam hari bulan Ramadhan dan tidak cukup dengan hanya berniat di malam pertama bulan Ramadhan saja untuk seluruh puasa Ramadhan dalam sebulan. (Al Majmu Syarh Al Muhadzab, 6/289).

Madzhab Hanbali

Pendapat madzhab Hanbali dalam masalah waktu niat puasa Ramadhan sama dengan madzhab Syafi`i, yakni harus dilakukan di malam hari satiap hari bulan Ramadhan. (Al Mughni, 3/109).

Dalil Madzhab Hanafi

Dalil yang digunakan oleh madzhab Hanafi:

عنْ سَلَمَة بنِ الأكْوَع رَضِي الله عَنْهُ أنَّ النبيَّ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم بَعَثَ رَجُلاً يُنادي فِي النَّاسَ يَوْمَ عاشورَاءَ أنَّ مَنْ أكَلَ فَلْيُتِمَّ أوْ فَلْيَصُمْ ومَنْ لَمْ يَأْكُلْ فَلاَ يَأْكُلْ (رواه البخاري)

Artinya: Dari Salamah bin Al Akwaradhiyallahuanhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus seseorang untuk menyeru manusia mengenai puasa Asyura`, ”Barangsiapa telah makan maka hendaklah ia berpuasa dan barangsiapa belum makan maka janganlah ia makan.” (Riwayat Al Bukhari).

Para ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa puasa Asyura di waktu itu adalah puasa wajib sebelum dimansukh dengan kewajiban puasa Ramadhan, sedangkan Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk berpuasa meski di siang hari, sehingga mereka pun berniat pada siang hari. (Lihat, Umdah Al Qari, 10/303).

Dalil Mayoritas Ulama

Adapun mayoritas ulama yang berpedoman pada Hadits:

عَنْ حَفْصَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ» (أخرجه النسائي وغيره)

Artinya: Dari Hafshah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda, ”Barangsiapa tidak meniatkan puasa sebelum fajar maka tidak puasa baginya.” (Riwayat An Nasa`i dan lainnya)

Al Hafidz Ibnu Hajar menyatakan mengenai Hadits itu, “Tirmidzi dan Nasai cenderung menghukuminya mauquf sedangan Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah menshahihkan marfunya.” (Bulughul Maram, hal. 261).

Menggabungkan Pendapat Para Mujtahid

Ibnu Hajar Al Haitami seorang ulama rujukan dalam fatwa dan fiqih bagi pengikut Madzab Syafi`i menyatakan bahwa hendaknya bertaklid kepada Imam Malik dalam berniat puasa di malam pertama Ramadhan untuk seluruh puasa Ramadhan, sehingga ketika lupa berniat pada malam hari, maka puasa tetap sah menurut Madzhab Maliki.

Demikian juga hendaknya meniatkan diri untuk puasa di pagi hari ketika lupa berniat puasa di malam hari mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah, hingga puasanya tetap sah menurut madzhab Hanafi. (Fath Al Jawwad, hal. 431). Wallahu alam bish shawab.*

Belum Qadha’ Puasa tapi Keburu Masuk Bulan Ramadhan

Baca juga: Tunaikan Fidyah, Makanan Mentah atau Matang?

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dalil niat puasa ramadhanHeadlineniat puasa ramadhanniat puasa ramadhan dibaca kapanPilihan RedaksiRamadhan 2023
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr Zakir Naik Dilaporkan akan Ditangkap Saat Mengisi Ceramah di Oman  
Tulisan selanjutnya Lebih dari 3.400 Pemukul Genderang Membangunkan Warga Istanbul saat Sahur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

BeritaNone

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Berita None
17 Juni 2026 12:31
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang

Terbaru

  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan

Mungkin Anda Juga Suka

Konsultasi Syariah

Mengapa Niat Puasa dalam Madzhab Syafi’i Harus Disebutkan Secara Detail?

1 Maret 2025 18:00
Konsultasi Syariah

Tata Cara Niat Puasa Puasa Ramadhan menurut Empat Madzhab  

1 Maret 2025 16:00
Konsultasi Syariah

Hukum Mencium Mushaf, Bolehkah?

4 Februari 2025 12:47
Konsultasi Syariah

Hukum Nyanyian, Bagaimana Ulama Menyikapinya?

26 Januari 2025 04:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?