Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) Pedagang Muslim India Ini Dipaksa Mengenakan Peci untuk Menyembah Sapi

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 April 2023 22:00 10:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 April 2023 21:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah video yang viral memperlihatkan kelompok yang mengaku para penjaga sapi di Latur, Maharashtra, India memaksa seorang pengemudi Muslim yang sedang mengangkut ternak untuk bersujud menggunakan pecinya kepada seekor sapi di hadapan petugas polisi. Insiden itu juga melibatkan massa yang dikabarkan memukuli korban, membuatnya harus dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya.

Menariknya, kehadiran personel polisi selama insiden tersebut telah menimbulkan kemarahan dan kecaman. Seorang petugas kepolisian, SP Latur, Somay Munde, telah mengambil tindakan terhadap dua polisi dan tiga penjaga rumah yang diduga hadir selama aksi penyerangan tersebut, menurut Times of India (TOI).

Location: Latur, Maharashtra

Cow Vigilantes who caught a Muslim man transporting cattle was forced to wear a skull cap and bow before a cow.

Reports suggest he was admitted to hospital after suffering injuries. pic.twitter.com/WltbUMsUNo

— HindutvaWatch (@HindutvaWatchIn) April 28, 2023

Insiden tersebut mendapat perhatian luas dan memicu kritik atas meningkatnya insiden aksi main hakim sendiri terhadap sapi di India.

“Kami telah memperhatikan insiden tersebut dengan serius dan melampirkan dua polisi yang terlihat dalam video ke markas polisi dan juga memulai penyelidikan departemen terhadap mereka. Penempatan tiga penjaga rumah telah dibatalkan,” kata Munde kepada TOI.

Menurut laporan pengemudi telah dijerat dengan berbagai ketentuan Undang-Undang Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan. Sementara itu, seorang aktivis lokal bernama Afzal Qureshi telah melaporkan pengaduan ke polisi menuntut tindakan terhadap massa yang terlihat menyerang pengemudi.

“Pengemudi telah memuat total 15 sapi ke dalam truk mini dari pasar hewan berbasis Patoda dan mengirimnya ke Pasar Ausa pada 23 April. Dia memiliki semua dokumen resmi dan perizinan untuk berdagang hewan. Namun sebelum sampai di pasar, beberapa orang menghadang kendaraannya. Terlepas dari dokumen resmi yang dimiliki, ia dilaporkan dengan tuduhan melakukan aksi kekejaman terhadap hewan, ”kata Qureshi.

Baca Juga

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Menurut Latur SP, korban mengaku panik dan tekanan darahnya melonjak. “Polisi membawanya ke rumah sakit. Tetap saja, kami akan memeriksa pengaduan tersebut, ”laporan itu mengutipnya.
Kekerasan minoritas.

Menurut Human Right Watch (HRW), jumlah serangan terhadap Muslim atas kasus seperti ini terus meningkat. Sejak Mei 2015, setidaknya 50 orang telah terbunuh, sebagian besar Muslim, dan ratusan lainnya terluka dalam serangan yang disebut kelompok perlindungan sapi yang mengklaim berafiliasi dengan BJP.

Dalam laporan tahunannya, Direktur HAM PBB Michelle Bachelet pernah menyuarakan keprihatinan atas “meningkatnya pelecehan dan penargetan kaum minoritas — khususnya Muslim dan orang-orang dari kelompok yang secara historis kurang mampu dan termarjinalkan, seperti Dalit (sebelumnya dikenal sebagai orang-orang yang haram untuk disentuh).”

Kekerasan berbasis agama yang menelan korban lintas iman telah menjadi bagian yang tidak disukai dari sejarah negara ini sejak awal. Polisi sering menghentikan penuntutan terhadap para penyerang, sementara beberapa politisi BJP secara terbuka membenarkan serangan tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineIndiaMuslimpecisapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Irjen Teddy Minahasa Singgung Keterlibatan Ferdy Sambo dalam Kasus Penembakan Laskar FPI di KM 50
Tulisan selanjutnya Uzbekistan Gelar Referendum untuk Melanggengkan Jabatan Presiden Shavkat Mirziyoyev

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?