Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Komunitas Muslim Bentrok dengan Polisi China terkait Rencana Penghancuran Masjid Najiaying yang Bersejarah

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Mei 2023 12:27 12:27 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Mei 2023 13:00
Bagikan
Penduduk kota mayoritas Muslim di China barat daya bentrok dengan polisi pada akhir pekan ketika mereka mencoba menghentikan pembongkaran atap kubah dari Masjid Najiaying Yunnan yang bersejarah
Bagikan

Hidayatullah.com—Penduduk kota mayoritas Muslim di China barat daya bentrok dengan polisi pada akhir pekan ketika mereka mencoba menghentikan pembongkaran atap kubah dari masjid berusia berabad-abad. Pembongkaran bagian dari upaya Partai Komunis China (PKC) yang meluas untuk mengontrol agama, lapor laman The Washington.

Lusinan petugas polisi dengan perlengkapan anti huru hara memukul mundur massa saat mereka mendorong ke arah gerbang Masjid Najiaying. Masjid ini merupakan pusat ibadah dan ajaran agama penting bagi etnis Muslim Hui di Provinsi Yunnan, menurut video yang dikirim ke aktivis luar negeri dan diposting ke Twitter.

冲突已起,流血事件恐难免,请各位关注 pic.twitter.com/xbHTR8gb2h

— 马聚 (@majuismail1122) May 27, 2023

Klip selanjutnya menunjukkan bahwa polisi telah mundur dari daerah tersebut sementara para demonstran melakukan aksi duduk di luar gerbang yang berlanjut hingga malam. Lusinan petugas berkamuflase dari polisi bersenjata tiba pada Minggu, menurut video lain.

Insiden itu tampaknya terkait dengan putusan pengadilan dari tahun 2020 yang memutuskan beberapa renovasi masjid terbaru dianggap ilegal, dan memerintahkan pembongkaran.

Pada hari Ahad, polisi Kabupaten Tonghai menyebut insiden itu “sangat berbahaya bagi manajemen sosial yang tertib” dan mendesak siapa (massa) yang terlibat untuk menyerahkan diri kepada penegak hukum sebelum 6 Juni untuk kesempatan mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Dengan sejarah yang mungkin terbentang hingga abad ke-13, tepatnya pada tahun 1370. Selama 600 tahun terakhir, masjid ini telah diperluas beberapa kali, dan diperluas berkali-kali selama bertahun-tahun untuk menambah bangunan, serta empat menara dan atap kubah.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan Partai Komunis terhadap orang saleh telah meningkat tajam. Pemimpin tertinggi negara itu, Xi Jinping, telah menuntut kesetiaan politik mutlak dari komunitas agama dan “Chinaisasi” agama.

Pengawasan terhadap pemuka agama juga diintensifkan. Database nasional guru agama Islam, Protestan, dan Katolik yang disetujui secara resmi diluncurkan bulan ini.

Kampanye tersebut berfokus pada Islam dan Kristen karena ketakutan partai yang mendalam bahwa keyakinan akan menjadi vektor pengaruh asing. Selain membatasi pertukaran dan donasi internasional, pihak berwenang telah merombak bangunan keagamaan yang tampilan luarnya dianggap tidak cukup China.

Xinjiang, wilayah barat laut yang merupakan rumah bagi jutaan Muslim Uighur yang berbahasa Turki, paling terpukul. Di sana, dorongan ‘Chinaisasi” digabungkan dengan program “deradikalisasi” penahanan massal dan pendidikan ulang, yang diputuskan oleh PBB tahun lalu mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Perkiraan jumlah masjid dan tempat suci yang dihancurkan di wilayah tersebut mencapai ribuan, kutip laman berita tersebut.

Tidak seperti di Xinjiang, minoritas Hui yang berbahasa Mandarin pada awalnya menghindari pembatasan yang sama parahnya. Namun akhirnya, tindakan keras menyebar ke komunitas Islam di seluruh barat laut negara itu, termasuk ke Hui di Qinghai.

Terletak di wilayah yang beragam secara etnis dan terpencil di China, Hui dari Yunnan termasuk yang terakhir menghadapi pengawasan. Wilayah ini sering dianggap sebagai contoh tempat yang beragam secara etnis dan agama, di mana penduduknya mahir menavigasi berbagai identitas dan fleksibel secara politik bila diperlukan.

Bahkan peneliti yang didukung pemerintah mengakui bahwa pendekatan yang fleksibel secara historis memungkinkan Hui di Yunnan untuk menghindari ekses terburuk dari Revolusi Kebudayaan, ketika sebagian besar masjid, gereja, dan kuil di China ditutup.

Pada saat itu, Masjid Najiaying menyelenggarakan pembacaan Pemikiran Mao Zedong dan melukis slogan-slogan di dinding agar Hui dapat bertemu dan terus beribadah, tulis Li Hongchun, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial Yunnan, dalam sebuah artikel tentang sejarah daerah yang diterbitkan di 2010. “Pada saat-saat kritis ketika dihadapkan dengan konflik politik yang dapat berubah menjadi kekerasan, Hui dari Najiaying tetap diam dan secara aktif terlibat dengan pemerintah untuk menghilangkan kesalahpahaman dan berhasil menghindari tragedi,” menunjukkan “kebijaksanaan etnis yang unik,” katanya.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaChinaisasiHeadlineMasjid NajiayingMuslim ChinaPKC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LGBT Merambah Pelajar Kota Pekanbaru, Bahkan Ada Komunitas dan Grup untuk Siswa
Tulisan selanjutnya Jamaah Masjid Hagia Sophia Sambut Kemenangan Erdogan dengan Bershalawat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

31 Agustus 2026 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?