Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Museum Australia Akan Kembalikan Artefak Curian ke Kamboja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2023 12:08 12:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Agustus 2023 12:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Museum nasional Australia akan mengembalikan tiga patung patung perunggu dari abad ke-9 dan ke-10 ke Kamboja setelah diketahui bahwa patung-patung tersebut merupakan barang curian.

Ketiga karya seni tersebut aslinya berasal dari Kerajaan Champa yang pernah berjaya di wilayah yang sekarang merupakan negara Vietnam dan sebagian Kamboja.

National Gallery of Australia (NGA) mengatakan pihaknya membeli patung-patung itu pada tahun 2011 seharga A $ 2,3 juta (£ 1,18 juta; $ 1,5 juta) dari penyelundup artefak asal Inggris Douglas Latchford – yang meninggal pada tahun 2020, lansir BBC.

Latchford diketahui terlibat perdagangan ilegal barang-barang antik sejak 2016 menurut NGA dan dia sudah dijerat dakwaan pada 2019 untuk kasus berkaitan dengan perdagangan artefak-artefak curian asal Kamboja.

Menurut stasiun televisi publik Australia ABC, ketiga patung tersebut digali dari sebuah ladang di Tboung Khmum di bagian timur Kamboja pada 1994, kemudian diselundupkan ke dealer-dealer barang seni internasional melewati perbatasan Thailand hingga sampai ke tangan Latchford.

Baca Juga

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina

Putri Latchford, Nawapan Kriangsak, bekerja sama dengan para peneliti dari NGA dan Kementerian Kebudayaan dan Seni Kamboja untuk mengembalikan barang-barang curian tersebut.

Karya seni kuno itu akan masih dipajang di NGA di Canberra selama tiga tahun sementara Kamboja mempersiapkan tempat baru untuk patung-patung itu di Phnom Penh.

“Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sejarah, serta untuk memperkuat ikatan kita dan memperdalam pemahaman kita,” kata utusan khusus Australia untuk bidang seni dan budaya Susan Templeman dalam upacara serah-terima hari Jumat (4/8/2023).

Ini adalah kedua kalinya NGA menyingkirkan barang seni hasil curian dari koleksinya kurun beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2021, galeri Australia itu mengembalikan sejumlah artefak ke India – sebagian peninggalan abad ke-11 – yang diduga dicuri oleh penyelundup barang antik Subhash Kapoor dan mendiang dealer barang seni asal New York William Wolff.

Kamboja terus meminta pemerintah-pemerintah internasional untuk mengembalikan ribuan barang antik yang katanya dicuri dari kuil-kuil kunonya – termasuk beberapa yang disimpan di museum Victoria, Albert dan British Museums.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArtefakAustraliaKamboja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Tampang Orang Tua Murid yang Ketapel Guru SMA Hingga Buta  
Tulisan selanjutnya Trauma Perang Gaza, Tentara Zionis Israel Bakar Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Berita
2 Juli 2026 21:51
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

30 Juni 2026 19:51
Berita

Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

30 Juni 2026 18:00
Berita

Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

30 Juni 2026 16:35
Berita

MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara

30 Juni 2026 16:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?