Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jumlah Pesantren Muhammadiyah Melonjak Empat Kali, LP2 Genjot Beasiswa Pelajar ke Timur Tengah

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 September 2023 13:46 1:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 September 2023 13:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dr Maskuri, M. Ed mengungkapkan pertumbuhan pondok pesantren milik Muhammadiyah mengalami perkembangan sangat pesat.

Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) yang didirikan pada Muktamar 2015 mencatat jumlah pondok pesantren hanya berjumlah 127. Namun, hingga tahun 2023, jumlah pesantren di bawah organisasi Muhammadiyah (PesantrenMU) melonjak signifikan menjadi 440 pesantren atau meningkat sekitar 4 kali lipatnya.

Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi Pesantren Muhammadiyah Se-Indonesia (Rakornas) yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlangsung sejak Jumat – Ahad (01-03/09/2023) di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dorong Kader Ulama dan Beasiswa Timur Tengah

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr KH Saad Ibrahim dalam sambutan di acara ini menekankan pentingnya figur kiai dalam pesantrenMu. Ia menegaskan figure kiai harus diangkat secara alami dan tidak mengenal masa purna tugas.

Baca Juga

Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

“Kiai merupakan simbol keilmuan Islam yang sangat berharga dan harus dilestarikan,” demikian ujarnya.

Pada acara pembukaan Rakornas juga diluncuran Program Beasiswa LazisMu yang akan memberikan beasiswa kepada 1000 ustaz/ustazah. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Ketua LP2 PP Muhammadiyah dengan Ketua LazisMu, Ahmad Mujaddid Rais, menjadi momen bersejarah dalam peluncuran program tersebut.

Tahun ini, LazisMu memberikan beasiswa penuh kepada 20 kader PCIM yang sedang menempuh studi di Al-Azhar Mesir. Mereka diharapkan setelah menyelesaikan pendidikan bersedia untuk mengajar di salah satu pesantren Muhammadiyah, baik yang ditentukan oleh mereka sendiri, LP2, maupun almamater penerima beasiswa tersebut.

Acara ini menjadi platform penting untuk mengupas isu strategis mengenai pesantren dalam wadah Perserikatan Muhammadiyah. Karena itu LP2 berkomitmen untuk merumuskan program-program unggulan yang diharapkan dapat mempercepat dan memperbaiki proses kaderisasi SDM.

Dengan tema besar “Revitalisasi Pesantren Muhammadiyah sebagai Pusat Kaderisasi Ulama untuk Dakwah Islam Berkemajuan,” Rakornas tahun ini bertujuan memajukan pesantrenMu dan menghasilkan kader-kader ulama yang kompeten untuk dakwah Islam yang berkemajuan.

Acara ini dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. KH. Sa’ad Ibrahim, Ketua LP2PPM Dr. KH. Maskuri, M.Ed, Rektor UMS Prof. Dr. Sofwan Anis; dan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Dr. KH. Tafsir.

Dalam sambutannya, Rektor UMS, Prof. Dr. Sofwan Anis, menekankan pentingnya eksistensi pesantren dalam Muhammadiyah sebagai wadah yang efektif untuk perkaderan persyarikatan.

Karena itu UMS telah berinisiatif mendirikan Pesantren Mahasiswa (Pesma) di mana sebagian mahasiswa UMS mendapatkan pembinaan tambahan di asrama tersebut. Fokus utama pembinaan adalah bidang kebahasaan, keislaman, dan kemuhammadiyahan.

Prof. Dr. Sofwan Anis juga mengusulkan perlunya mengoptimalkan kader-kader Muhammadiyah yang telah menyelesaikan studi di Timur Tengah sebagai sumber daya manusia pesantren Muhammadiyah.

Rakornas tahun ini menjadi titik awal penting dalam upaya Muhammadiyah untuk memajukan pesantrenMu dan menghasilkan kader-kader ulama yang berkompeten untuk dakwah Islam yang berkemajuan.

Dengan tekad dan semangat tersebut, Muhammadiyah siap menghadapi tantangan masa dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam di seluruh nusantara.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-AzharbeasiswaHeadlineLembaga Pengembangan PesantrenLP2MuhammadiyahPesantren Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukum Istri Memandikan Jenazah Suami dalam Islam
Tulisan selanjutnya Sekolah Pemikiran Islam: Perang Pemikiran Merasuki Dunia Pendidikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Berita
5 Juli 2026 14:58
Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
30 Tahun Menyalahgunakan Kekuasaan Pejabat China Diganjar Hukuman Mati
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

9 Juli 2026 18:30
Berita

BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

9 Juli 2026 18:04
Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
sakit
Berita

Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

9 Juli 2026 13:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?