Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Di Pengadilan Amerika Bekas Senator Haiti Mengaku Terlibat Pembunuhan Presiden Jovenel Moise

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2023 20:08 8:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Oktober 2023 20:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bekas senator Haiti bernama Joseph Joel John, hari Selasa (10/10/2023), mengaku bersalah atas tiga dakwaan di pengadilan Amerika Serikat terkait perannya dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada tahun 2021. 

John menjadi terdakwa ketiga dari 11 terdakwa yang mengaku bersalah dalam kasus tersebut. Hakim menjadwalkan sidang vonis hukumannya akan digelar pada 19 Desember tahun ini, lansir DW.

Kasus ini diadili di sebuah Pengadilan Federal AS karena sebagian pembunuhan tersebut direncanakan dan diorganisir di Florida, negara bagian AS yang memiliki banyak diaspora Haiti. 

Dalam pernyataannyabyang dibacakan di pengadilan John mengaku bersalah memberikan dukungan materi kepada komplotan pelaku pembunuhan tersebut.

Dukungan materi itu antara lain berupa sejumlah kendaraan sewaan yang dipergunakan oleh para pelaku, memperkenalkan komplotan itu kepada geng-geng yang akan dimintai bantuannya dalam aksi pembunuhan itu, serta mengupayakan pengadaan senjata.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa John hadir dalam pertemuan-pertemuan pembahasan perancangan pembunuhan itu, yang kemudian direalisasikan pada malam 7 Juli 2021.

Bulan lalu, pensiunan personel militer Kolombia bernama German Rivera juga mengaku bersalah memberikan dukungan materi untuk aksi pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Dia akan dijatuhi hukuman dalam persidangan nanti bulan ini.

Pada bulan Maret, pria berkewarganegaraan ganda Haiti-Chile bernama Rodolphe Jaar mengaku bersalah dalam kasus yang sama. Dia sudah divonis hukuman penjara seumur hidup.

Moise ditembak mati oleh sekelompok orang bertopeng dan bersenjata, yang terdiri dari sekitar 20 pembunuh yang pernah mendapatkan pelatihan militer.

Berkas perkara di pengadilan mengungkap bahwa awal rencana mereka adalah untuk menculik Moise, tetapi kemudian akhirnya menjadi pembunuhan.

Penyelidikan yang dilakukan pihak aparat Amerika Serikat menemukan bahwa dua manajer dari sebuah perusahaan jasa keamanan CTU yang berbasis di Miami, AS, membuat rencana untuk menculik Moise dan menggantikannya dengan Christian Sanon, seorang Haiti yang sudah menjadi warga negara AS dan ingin menjadi presiden Haiti.

Menurut kejaksaan AS, kedua manajer itu dijanjikan kontrak-kontrak infrastruktur dan keamanan apabila tujuan tersebut terwujud.

Sanon juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Sudah menjadi sebuah negara karut-marut sejak sebelum kasus pembunuhan Presiden Moise, Haiti semakin menjadi negara kacau-balau tanpa aturan hukum yang jelas. violent gangs have laid claim to most of the capital Port-au-Prince and other parts of the country. Kekerasan oleh geng-geng dan kelompok kriminal marak di ibu kota Port-au-Prince dan wilayah-wilayah lain di negara tersebut.

Pemilu belum pernah dilaksanakan sejak tahun 2016. Pemerintahan sementara pernah menjanjikan pemilu pada tahun 2023, tetapi penjabat sementara Perdana Menteri Ariel Henry mengatakan pemilu tidak dapat diselenggarakan dalam kondisi keamanan nasional seperti sekarang ini.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB menyetujui pengerahan pasukan internasional pimpinan Kenya untuk memberikan dukungan operasional kepada kepolisian nasional Haiti. 

Nairobi, yang akhirnya bersedia untuk memimpin misi sulit itu, mengatakan siap untuk mengirim sampai 1.000 personel keamanan.

Akan tetapi, pengerahannya sampai saat ini masih tertunda, karena ada gugatan ke pengadilan berupa penolakan yang dilayangkan pihak oposisi, yang putusannya diharapkan akan keluar pada 24 Oktober.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHaitiJovenel Moisepembunuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Berkas Kasus Baru Ebit Lew Dilimpahkan Kepolisian ke Kejaksaan Malaysia
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah ajak Umat Islam Shalat Ghaib dan Dukung Perjuangan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?