Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(VIDEO) Mantan Mata-Mata Zionis Minta ‘Israel’ Menutup Mulut Tahanan yang Dikeluarkan Hamas

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 November 2023 11:11 11:11 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 November 2023 11:00
Bagikan
Jonathan Pollard, mantan perwira intelijen Angkatan Laut AS yang menjalani hukuman 30 tahun penjara
Bagikan

Hidayatullah.com—’Israel’ harus membungkam keluarga sandera yang dibebaskan Hamas dari Jalur Gaza, dan bahkan kalau perlu memenjarakan mereka, kata mantan mata-mata Zionis, Jonathan Pollard, merujuk para tahanan yang banyak berbicara di media karena memuji kebaikan pejuang Al-Qassam, sayap militernya Hamas.

"You will keep your mouths shut or we will shut them for you…"

Israeli spy Jonathan Pollard attacks the families of Israeli prisoners in Gaza. pic.twitter.com/QhOlIuR345

— Quds News Network (@QudsNen) November 24, 2023

Saluran TV ‘Israel’ 14 memutar klip video yang menunjukkan Pollard menyampaikan maksudnya saat panggilan video dengan Rabbi Bar-Hayim dari Shilo Institute. Ia mengatakan Israel ‘seharusnya memberi tahu pihak keluarga (tahanan) agar menutup mulut  karena telah mengganggu pengelolaan perang  pihaknya dengan para pejuang Palestina.

“Ketika kami memutuskan untuk berperang, hal pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah mengumumkan keadaan darurat dan memberitahu semua keluarga para sandera, ‘Kamu akan tutup mulut, atau kami akan tutup mulut untukmu,’ katanya dikutip Time of ‘Israel’.

“Kalian (keluarga sandera) tidak akan ikut campur dalam pengelolaan perang ini. Kamu tidak akan dimanfaatkan oleh komunitas internasional atau kelompok sayap kiri kami yang mengatur perjanjian Shalit, sebagai senjata melawan kami,'” katanya.

Pernyataan Pollard merujuk insiden perjanjian tahun 2011 yang diprotes banyak kelompok sayap kanan saat Zionis membebaskan lebih dari 1.027 tahanan Palestina dengan imbalan satu orang tentara penjajah ‘Israel’ bernama Gilad Shalit.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Dan jika langkah tersebut melibatkan pemenjaraan, untuk membungkam keluarga para sandera, maka lakukanlah. (Karena) kita berada dalam situasi perang,” kata Pollard.

Jonathan Pollard, mantan perwira intelijen Angkatan Laut AS yang menjalani hukuman 30 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan tindakan mata-mata untuk Israel, memberikan pendapat bahwa negara Yahudi seharusnya mengurung keluarga para sandera pada 7 Oktober, sehingga menghilangkan segala hambatan dalam penuntutan perang mereka. melawan Hamas sepenuhnya.

Pollard sebelumnya dijatuhi hukuman beberapa dekade penjara di Amerika Serikat (AS) karena pelanggaran intelijen. Ia dibebaskan pada masa pemerintahan Barack Obama dan kemudian diizinkan pindah ke ‘Israel’ pada masa pemerintahan Donald Trump.

Dia juga mengecam Perdana Menteri ‘Israel’ yang menyetujui perjanjian tersebut baru-baru ini sambil bersikeras bahwa dia tidak akan memilih lagi partai Zionis sayap kiri yang mendukung penerapan perjanjian tersebut.

Menurutnya, ‘Israel’ harus terus melanjutkan perang tanpa kesepakatan apa pun, meski akan memakan banyak korban jiwa yang disandera ‘Israel’ sendiri.

Sebagaimana diketahui, rezim teror ‘Israel’ berusaha melarang tawanan ‘Israel’ yang bebaskan Hamas berbicara di media karena kehawatiranya mereka berbicara jujur atas perlakukan yang baik para pejuang mujahidin Palestina yang selama ini dilakukan kepada mereka.

Pollard, kini berusia 66 tahun, menjual rahasia militer ke ‘Israel’ saat ia bekerja sebagai analis intelijen sipil untuk Angkatan Laut AS tahun 1980-an. Mantan perwira intelijen ini dinyatakan bersalah dan telah menjalani hukuman 30 tahun penjara.

Dia ditangkap pada tahun 1985 setelah gagal mendapatkan suaka di Kedutaan Besar Israel di Washington dan mengaku bersalah. Masalah ini mempermalukan ‘Israel’ dan sempat merusak hubungan keduanya selama bertahun-tahun.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Angkatan Laut ASHAMASHeadlineisraelJonathan PollardMata-Mata Israelperwira ASrahasia militertawanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malawi akan Kirim 5.000 Pemuda untuk Bekerja di Kibbutz Israel
Tulisan selanjutnya Chef China Ini Minta Maaf dan Janji Tidak Masak Nasi Goreng Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?