Hidayatullah.com—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta baru-baru ini.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni.
Mohammad Boroujerdi menyebutkan pihaknya telah berinteraksi dengan Muhammadiyah selama 22 tahun, dan menganggap Muhammadiyah sebagai rumah keduanya. Hal itu tidak lepas dari sikap inklusif yang dibangun oleh Muhammadiyah.
Dalam pertemuan yang digelar secara terbatas itu, PP Muhammadiyah dan Dubes Iran untuk Indonesia membahas kiprah Muhammadiyah di Republik Islam Iran.
Dikutip laman tvMu, di Iran, Muhammadiyah telah memiliki Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) yang aktif menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Iran.
Keberadaan PCIM Iran menjadi jembatan penghubung antara Muhammadiyah dengan Pemerintah Iran. Bahkan dalam beberapa kesempatan PCIM Iran sering mengadakan agenda-agenda Persyarikatan dengan izin penggunaan fasilitas dari Pemerintah Iran.
Sementara itu, Syafiq Mughni mengungkapkan pertemuan tersebut turut membicarakan situasi dunia Islam sekarang dan tantangan yang dihadapi, termasuk soal Palestina.
“Iran dan Indonesia memiliki pandangan yang dalam mendukung perjuangan Palestina, dan demikian juga Muhammadiyah,” sebutnya.
Selain itu, Syafiq juga mengatakan bahwa Dubers Iran mengapresiasi perjuangan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan kesehatan.
“Beliau mengharapkan kerjasama dengan Muhammadiyah bisa dikembangkan dalam bidang sosial, pendidikan dan teknologi,” pungkas Syafiq.*