Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Analisis Drone Emprit: Unggahan Pendukung ‘AyahBowo’ Diduga Kebanyakan Bot

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Januari 2024 10:58 10:58 am
Ahmad
Dipublikasikan 17 Januari 2024 11:10
Bagikan
Ismail Fahmi dan analisis Drone Emprit
Bagikan

Hidayatullah.com—Media sosial tiba-tiba diramaikan dengan sejumlah panggilan unik atau julukan untuk para calon presiden pada Pilpres 2024. Siapa yang meramaikannya?

Analisis Drone Emprit mengungkap julukan yang ramai dibicarakan selama periode itu adalah ‘Abah Owl/Online’ yang ditujukan kepada capres nomor urut 1 dan ‘AyahBowo’ yang disematkan ke capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

Dua julukan ini merupakan positive calling yang ramai di media X, yang dulu bernama Twitter, selama periode periode 24 Desember 2023-11 Januari 2024 tersebut.  

Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit mengatakan pada analisis ini pihaknya tidak menyertakan julukan ‘Wan Angin-Den Wadas’ yang ditujukan untuk capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, karena berkonotasi negatif.

Ia mengatakan dalam analisis ini pihaknya berangkat dari dua pertanyaan utama, yakni ‘bagaimana pola interaksi atau engagement dari Abah Owl/Online, dan AyahBowo?’ serta ‘Mana yang lebih natural dan yang artificial?’

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Dari hasil analisis Drone Emprit terungkap bahwa panggilan ‘Abah’ terlihat lebih banyak ciri-ciri percakapan alami dengan keterlibatan yang konsisten, distribusi pengikut yang lebih dapat dipercaya, dan basis pengguna yang terkonsentrasi secara geografis.

“Di sisi lain, “AyahBowo” menunjukkan tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan adanya aktivitas bot atau pola percakapan yang tidak alami,” kata Ismail dalam cuitannya di X, Ahad (14/1/2024).

“Seperti tingkat interaksi yang rendah, jumlah tinggi cuitan dari akun dengan pengikut sangat sedikit, dan basis pengguna yang tidak biasa tersebar secara internasional,” lanjut dia dikutip CNN Indonesia.

Akhir tahun 2023, Anies mulai rajin siaran langsung atau live di TikTok. Rutinitas ini kemudian mendapat perhatian dari Gen Z dan kalangan K-popers. Live TikTok perdana Anies pada Kamis, 28 Desember 2023 dan langsung.

Setelah live TikTok dan mendapat perhatian banyak orang, khususnya dari Gen Z, Anies kemudian mendapat banyak julukan, termasuk Abah Owl. Sosok Anies saat live TikTok dinilai sangat menggambarkan sosok ayah.

Lalu, kenapa owl? Ikon owl atau burung hantu merupakan simbol kecerdasan, kebijaksanaan, dan pendidikan. Para warganet menganggap Anies sebagai pribadi yang cerdas dan bijaksana, karena selama live TikTok kerap menampung curhatan dari para Gen Z.

“Sebutan ‘Abah’ mulai mendapat perhatian di Twitter sekitar tanggal 30 Desember 2023, dengan puncak interaksi terjadi sekitar 2 Januari 2024. Tren kemunculannya menunjukkan suatu pola yang menyerupai lonjakan alami, di mana terdapat peningkatan bertahap yang diikuti dengan penurunan yang juga bertahap,” kata Ismail.

Munculnya ‘AyahBowo’

Di sisi lain, sebutan ‘AyahBowo’ memiliki pola kemunculan yang berbeda, dengan tren yang lebih datar dan terlihat memiliki fluktuasi yang kurang alami. Meskipun ada peningkatan sebutan yang terjadi sekitar tanggal yang sama dengan ‘Abah’, puncaknya tidak setinggi ‘Abah’ dan terjadi penurunan yang sangat tajam setelah tanggal 9 Januari 2024.

Ismail mengatakan peta percakapan tentang AyahBowo menunjukkan ada 6-10 akun yang mendapat retweet tinggi dari total 8 ribu keseluruhan akun yang turut dalam percakapan.

“Dari peta Social Network Analysis (SNA) gabungan ini tampak bahwa percakapan tentang AyahBowo tidak mendapat interaksi atau engagement dari kelompok pengguna dari klaster yang bercakapan tentang Capres 02, baik dari sub klaster Pro Prabowo, Media, apalagi dari Pro Anies, Pro Ganjar, dan Netral. Meski demikian, ada interaksi lemah dengan beberapa pengguna dari sub klaster Pro Prabowo,” ujar Ismail kepada CNN Indonesia.

“Ini memperlihatkan bahwa topik AyahBowo ini sifatnya eksklusif dari kelompok akun yang mengangkat nama ini. Kelompok akun yang natural yang bercakapan tentang Capres 02 tidak tahu atau tidak terlibat dalam percakapannya,” sambungnya.

Peta Social Network Analysis (SNA) percakapan diambil untuk sampel periode 30-31 Desember 2023, untuk mengetahui pada saat awal kemunculannya apakah natural atau tidak.

Tingkat interaksi

Ismail menjelaskan ada perbedaan signifikan dalam hal tingkat interaksi dari julukan ‘Abah’ dan ‘Ayah Bowo’. Misalnya, untuk ‘Abah’, setiap cuitan rata-rata mendapat 10 interaksi (reply, retweet), dan selalu ramai percakapan sepanjang periode.

Sementara, tingkat interaksi ‘AyahBowo sangat rendah, sebesar 0,58, yang berarti lebih banyak postingan awal dibandingkan dengan interaksinya. Bahkan tanggal 11 Januari sebagian besar cuitan yang tidak mendapat interaksi, “yang merupakan indikasi cuitan tidak natural.”

Selain itu, menurut Ismail, cuitan terkait ‘Abah’ oleh pengguna dengan follower kurang dari 25 akun sebanyak 24 persen, dan di atas 51 akun sebanyak 63 persen. Ini artinya postur percakapan lebih banyak oleh akun yang followernya tinggi.

Sedangkan, cuitan mengenai ‘AyahBowo’ paling banyak dibuat oleh pengguna dengan follower kurang dari 25 akun, sebesar 75 persen. “Ini salah satu indikasi percakapan yang tidak natural, karena akun dengan follower kecil merupakan indikasi adanya akun yang baru dibuat atau akun yang kurang interaksi dengan akun natural,” ujarnya.

Dari analisis ini Fahmi berkesimpulan AyahBowo menunjukkan tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan adanya aktivitas bot atau pola percakapan yang tidak alami.  

Untuk diketahui, bot adalah robot digital yang bisa diprogram dengan berbagai perintah untuk menjalankan serangkaian pekerjaan atau instruksi yang diberikan oleh pengguna.

Buzzer umumnya menggunakan bot untuk mengerjakan tugas berulang. Bot mampu melakukan pekerjaan tersebut dengan lebih akurat dan efisien daripada manusia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AyahBowobotDrone Empritfollower percakapan naturalrobot
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mata Dunia Tertuju ke Gaza, Padahal Tepi Barat Juga Merana (1)
Tulisan selanjutnya Menlu Retno: Indonesia Akan Sampaikan Opini tentang Palestina di Mahkamah Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?