Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wanita Gaza Terpaksa Mencukur Rambut karena Tak Ada Air

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 7 Februari 2024 23:06 11:06 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Februari 2024 07:00
Bagikan
Perempuan Wanita Muslimah Palestina di Jalur Gaza
Bagikan

Hidayatullah.com – Warga Palestina di Jalur Gaza terpaksa mencukur rambut mereka demi menghindari penyakit karena mereka tidak mampu mandi lantaran tidak ada air. Salah satu dari mereka adalah Nisreen, seorang ibu enam orang anak.

Daftar isi
  • Mencegah Penyakit
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Nisreen terpaksa meninggalkan rumahnya di Khan Younis pada tanggal 13 Desember lalu, ketika invasi darat “Israel” ke kota tersebut semakin intensif.

Sejak saat itu ia mengungsi ke sekolah PBB terdekat, dan kemudian ke tenda darurat, dengan sedikit akses untuk mendapatkan air minum dan air bersih.

“Saya harus menggunduli kepala saya, karena tidak ada air untuk mencuci rambut,” kata wanita berusia 49 tahun itu kepada Middle East Eye dari tenda pengungsiannya di daerah al-Mawasi (06/02).

“Saya juga melakukan hal yang sama pada anak perempuan saya yang berusia 16 tahun dan anak laki-laki saya yang berusia 12 tahun, untuk melindungi mereka dari penyakit kulit kepala karena teman-teman mereka terkena kurap,” tambahnya.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

“Mencukur rambut adalah keputusan yang menyakitkan bagi perempuan mana pun, tapi kami terpaksa melakukannya.”

Serangan pemboman keji “Israel” di Gaza, yang kini memasuki bulan kelima, telah menewaskan sedikitnya 27.500 orang dan membuat lebih dari 1,9 juta warga Palestina mengungsi, yang secara kolektif tidak memiliki akses terhadap air bersih dan fasilitas kebersihan yang penting.

Bahkan sebelum perang, lebih dari 96 persen pasokan air di Gaza telah dianggap “tidak layak untuk dikonsumsi manusia”, karena blokade Israel di Gaza sejak 2007.

Namun situasi ini semakin memburuk setelah keputusan penjajah “Israel” untuk memutus pasokan air ke Jalur Gaza pada tanggal 9 Oktober lalu.

Baca juga: Kementerian Kesehatan: Korban Gugur di Gaza Meningkat 27.478 Orang

Selain itu, “Israel” juga menyita sebagian besar pabrik desalinasi air di bagian utara Gaza pada tanggal 30 Oktober, dan di bagian selatan Kota Gaza pada tanggal 1 November, menurut citra satelit dari Planet Labs PBC.

“Kami tidak memiliki air yang mengalir yang sangat penting untuk membersihkan diri, mandi, dan mencuci pakaian,” kata Nisreen.

“Saya biasa menghabiskan waktu tiga atau empat jam dalam antrean, menunggu untuk mengisi galon air dari sumur di rumah tetangga kami untuk digunakan sebagai air bersih,” katanya kepada MEE, menggambarkan kehidupannya sebelum perang.

Di sekolah PBB Sheikh Jaber, tempat ia berlindung sebelum pindah ke tenda saat ini, situasinya sangat mengerikan.

“Kami mengantri berjam-jam untuk menggunakan toilet,” katanya. “Tapi kami tidak punya cukup air untuk mandi dan tidak ada sampo.”

Namun Nisreen terpaksa meninggalkan sekolah setelah tank-tank “Israel” mendekati daerah itu dan menjatuhkan selebaran agar para pengungsi meninggalkan sekolah.

Sekarang, ketika dia mendapatkan air, Nisreen mengatakan bahwa dia menggunakannya untuk memasak atau minum.

“Minum dan bertahan hidup tentu saja merupakan prioritas yang lebih tinggi daripada mencuci rambut,” tambahnya.

Sementara itu, satu-satunya air yang tersedia untuk mencuci dan mandi adalah air laut, jelasnya.

Mencegah Penyakit

Kurangnya perawatan dan pembersihan rambut dapat menimbulkan penyakit seperti alopecia, kurap dan infeksi bakter, yang pada akhirnya menyebabkan berkembangnya abses rambut, kata seorang dokter di Rafah.

“Penyakit-penyakit ini berasal dari praktik kebersihan dan perawatan rambut yang tidak memadai, kekurangan nutrisi penting seperti asam folat dan kortison, serta penurunan kesehatan psikologis dan mental orang-orang yang terkena dampaknya,” kata Zainab al-Shawwaf kepada MEE (06/02).

“Penyakit-penyakit ini menyebabkan rasa gatal, yang mengarah ke limfopati dan menciptakan lingkungan yang lembab yang kondusif untuk pertumbuhan bakteri, yang mengakibatkan nanah di kulit kepala dan kerontokan rambut lebih lanjut,” tambahnya.*

Baca juga: Para Wanita Pejuang Baitul Maqdis

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jalur GazaKonflik Palestina-IsraelpalestinaperempuanZionis Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dulu Diusir, Kini Sukses Mengislamkan Semua Keluarganya
Tulisan selanjutnya Sudahkah Isra Mi’raj Memperjalankan Cinta Kita ke Baitul Maqdis?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?