Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Serikat Sita Pesawat Presiden Venezuela Nicolás Maduro

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 September 2024 06:52 6:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 September 2024 06:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Amerika Serikat menyita sebuah pesawat milik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menuding pesawat tersebut dibeli secara ilegal dengan harga $13 juta, dan menyelundupkannya ke luar negeri.

Menurut Departemen Kehakiman AS, pesawat Falcon 900EX disita oleh aparatnya di Republik Dominika dan kemudian dipindahkan ke negara bagian Florida.

Para pejabat AS mengatakan pesawat itu disita karena diduga melanggar undang-undang pengendalian ekspor dan sanksi AS.

Menurut mereka, hasil investigasi menunjukkan bahwa orang-orang yang terafiliasi dengan Maduro diduga menggunakan sebuah perusahaan cangkang berbasis di Karibia untuk menyembunyikan keterlibatan mereka dalam pembelian ilegal pesawat tersebut dari sebuah perusahaan berbasis di Florida pada akhir tahun 2022 dan awal  2023.

Pesawat tersebut kemudian secara ilegal diekspor dari Amerika Serikat ke Venezuela melalui Karibia pada April 2023.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Pesawat itu tampaknya diterbangkan ke ibukota Venezuela, Caracas, setelah tiba di Kingston di Saint Vincent dan Grenadines pada April 2023, menurut data yang dimiliki situs web Flightradar24.

Aparat AS berdaloh penjualan dan ekspor pesawat itu melanggar sanksi-sanksi yang diberlakukan AS.

Markenzy Lapointe, jaksa negara bagian Florida untuk wilayah Southern District, mengatakan otoritas Republik Dominika memberikan “bantuan yang sangat berharga” kepada pemerintah AS dalam mengatur penyitaan tersebut.

Tidak jelas kapan dan bagaimana pesawat tersebut tiba di Republik Dominika. Data penerbangan menunjukkan pesawat itu meninggalkan Bandara La Isabela, yang terletak dekat ibukota Santo Domingo pada Senin malam (2/9/2024), dan tidak lama kemudian mendarat di Bandara Fort Lauderdale di Florida, lansir BBC Selasa (3/9/2024).

Namun pejabat AS mengatakan jet tersebut telah digunakan oleh Maduro “dalam kunjungan ke sejumlah negara lain”.

Venezuela mengecam penyitaan tersebut dan menyatakan bahwa itu merupakan tindakan “pembajakan”.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil mengatakan Amerika Serikat telah membenarkan dirinya sendiri “dengan tindakan koersif yang mereka terapkan secara sepihak dan ilegal di seluruh dunia”.

Amerika Serikat memiliki sejarah panjang tidak menyukai para pemimpin Venezuela, satu dari dua negara di Amerika Selatan – di samping Brazil – yang kaya minyak yang akrab dengan Rusia.

Ini bukan pertama kalinya Maduro atau pemerintah Venezuela menjadi sasaran otoritas federal AS atas dugaan korupsi.

Pada tahun 2020, Departemen Kehakiman AS mendakwa Maduro dan 14 pejabat Venezuela dengan tuduhan narkotika-terorisme, korupsi, dan perdagangan narkoba, serta banyak tuduhan lainnya.

Departemen Luar Negeri menawarkan hadiah hingga $15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau pemidanaan terhadap Maduro.

Pemerintahan Nicolas Maduro sekarang ini tidak diakui oleh Amerika Serikat, yang menilai Maduro sebenarnya kalah dalam pemilihan presiden belum lama ini, dan menegaskan bahwa pemenang sesungguhnya adalah tokoh oposisi Edmundo González.

Uni Eropa menolak mengakui Maduro sebagai pemenang pemilihan ulang pada bulan Juli tanpa melihat hasil pemungutan suara.

Beberapa negara Amerika Latin juga menangguhkan dukungan mereka, termasuk Presiden Lula dari Brazil yang dulu merupakan pendukung Maduro. Para pemimpin Amerika Latin menyerukan pemerintah Venezuela supaya menunjukkan transparansi penuh.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatNicolas MaduroVenezuela
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Tertua di Dunia Ini Tetap Buka dengan Pengajaran Masih Tradisional
Tulisan selanjutnya Pajak Pariwisata Selandia Baru Naik Selandia Baru Naikkan Pajak Pariwisata Tiga Kali Lipat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?