Hidayatullah.com—Negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Kuwait hari Kamis menyatakan netral dalam perang Iran-’Israel’.
Negara-negara Teluk Arab juga tidak akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan udara mereka untuk menyerang Iran, demikian dikutip BRICS News dalam siaran di platform X.
Diketahui Iran melancarkan serangan terbesarnya terhadap penjajah ‘Israel’ pada hari Selasa sebagai tanggapan atas pembunuhan ‘Israel’ terhadap para pemimpin senior Hamas dan milisi Hizbullah serta operasi rezim ‘Israel’ di Gaza dan Lebanon.
Reuters melaporkan bahwa negara-negara Teluk Arab berusaha meyakinkan Iran tentang netralitasnya pada pertemuan di Doha pekan ini menyusul kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan yang meluas yang dapat mengancam fasilitas minyak mereka.
Para menteri dari negara-negara Teluk Arab dan Iran yang menghadiri pertemuan negara-negara Asia yang diselenggarakan oleh Qatar memfokuskan diskusi mereka pada upaya mengurangi ketegangan, kata sumber.
Teheran mengatakan serangan lebih dari 400 rudal balistik sudah berakhir kecuali terjadi provokasi lebih lanjut dan ‘Israel’ dilaporkan berjanji akan memberikan tanggapan yang keras.
Mengutip para pejabat ‘Israel’, situs berita AS Axios melaporkan hari Rabu bahwa penjajah ‘Israel’ mungkin menargetkan fasilitas produksi minyak Iran sebagai pembalasan.
Namun, Kementerian Luar Negeri Qatar, Iran, UEA, Kuwait, dan kantor komunikasi pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar mengenai masalah ini.*