Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tentara NATO Melakukan Kejahatan Seksual Militer Kanada Ogah Minta Maaf Takut Citra Buruk

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2024 07:53 7:53 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Oktober 2024 07:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Militer Kanada memutuskan untuk tidak meminta maaf kepada seorang pekerja wanita setelah dia mendapatkan serangan seksual saat bekerja di kantin tentara NATO, karena takut permintaan maaf itu akan dikabarkan media sehingga menimbulkan citra buruk.

Kristen Adams, yang berkerja di kantin tentara NATO yang ditugaskan di Latvia, diserang secara seksual oleh seorang prajurit pada 3 Desember 2022. Setelah mengajukan pengaduan resmi tentang serangan tersebut, dia diperingatkan oleh divisi moral dan kesejahteraan prajurit supaya lebih memahami risiko pekerjaannya.

Kontrak kerja Adam kemudian diakhiri dua bulan lebih awal dengan alasan “guna memastikan tidak ada risiko lebih lanjut bagi kesehatan Anda”.

Dokumen internal yang diperoleh koran Ottawa Citizens mengkonfirmasi bahwa Adam, yang merupakan seorang pekerja sipil, mengalami serangan seksual yang dilakukan seorang tentara Albania. Meskipun serangan tersebut terjadi di fasilitas yang dioperasikan oleh militer Kanada di Kamp Adazi, dekat kota Riga di Latvia, Adams diberitahu bahwa kasusnya kemungkinan kecil akan diproses disebabkan adanya peraturan NATO, dan polisi militer Kanada tidak memiliki jurisdiksi untuk memproses kasus tersebut.

Beberapa bulan kemudian, divisi moral dan kesejahteraan tentara, yang bertugas memberikan makan tentara, mengatakan kepada Adams bahwa pihaknya sudah “melakukan upaya maksimal dalam mendukung Anda” dan bahwa pihak militer “tidak akan lagi menerima keluhan atau korespondensi lebih lanjut dari Anda terkait masalah ini”.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Namun, berita yang diangkat Ottawa Citizens perihal kasus itu sudah cepat menyebar, menimbulkan kegeraman di kalangan pekerja atas cara divisi itu menanggapi masalah tersebut. Pimpinan divisi moral dan kesejahteraan tentara, Ian Poulter, lantas bergegas meminta maaf atas kesalahannya, tetapi dia tidak pernah meminta maaf secara langsung kepada Adams.

Dokumen baru yang diperoleh Ottawa Citizens mengungkap alasan kenapa Poulter tidak menyampaikan permohonan maaf ke Adams. Rupanya, jajaran atas kemiliteran Kanada khawatir permintaan maaf tersebut akan dimuat di media dan berdampak pada citra tentara.

“Oleh karena cerita itu terungkap di halaman Ottawa Citizen, kami tidak ingin berkorespondensi dengan nona Adams secara tertulis karena kami tidak ingin meneruskan siklus itu,” tulis pejabat di Departemen Pertahanan Nasional.

Dalam sebuah email lain, kepala staf tentara Kanada memberikan peringatan kepada Poulter yang berbunyi, “Nona Adams sepertinya akan kembali dengan liputan media yang lebih luas.”

Meskipun staf sudah menulis permintaan maaf resmi untuk Adams, permintaan maaf itu tidak pernah dikirim.

“Saya tidak pernah menerima [suratnya],” kata Adams kepada Ottawa Citizens seperti dilansir The Guardian Senin (21/10/2024). “Itu menunjukkan bahwa mereka tidak merasa bersalah atas semua ini. Sungguh menjijikkan.”

Selama bertahun-tahun, angkatan bersenjata Kanada secara terbuka mengakui adanya budaya yang melahirkan kekerasan dan pelecehan, serta kegagalan jangka panjang untuk memberantasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kanada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Sensor Konten Pro-Palestina, Ternyata Kepala Kebijakan Meta adalah Eks Penasihat Netanyahu
Tulisan selanjutnya Kejagung Tangkap 3 Hakim dan Pengacara Terkait Dugaan Suap Kasus Vonis Bebas Gregorius Ronald Tannur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?