Hidayatullah.com—Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa gerakan pejuang Hamas adalah pembela pertama keamanan Mesir dan kehormatannya, sebagaimana ia adalah pembela Palestina dalam menghadapi “enitas kanker” (Israel).
Pernyataan itu disampaikan Haniay dalam kunjungannya ke Mursyid Al Ikhwan al Muslimun di Mesir, Senin (26/12/2011) kemarin.
Haniyah juga mengingatkan Israel, bahwa zaman sudah berubah. Kini adalah zamannya rakyat yang memiliki kendali inisiatif dan keputusan serta bergerak di medan pembebasan. Karena itu tidak ada lagi masa depan bagi penjajah Zionis- Israel di tanah Palestina.
“Musim semi Arab akan terus menjadi musim gugur bagi Israel. Rencana Zionis segera berakhir sedang konstanta isu Palestina tidak akan pernah berubah, apapun kondisinya,” imbuh Haniyah.
Haniyah menegaskan bahwa Hamas adalah kepanjangan gerakan induk di Mesir, jalan yang ditempuhnya adalah jalan kemuliaan dan kehormatan. Pendirinya, Syeikh Ahmad Yasin, adalah mata rantai dari jihad pendiri pertama Hasan Al Banna.
“Wahwai saudara-saudara yang mulia, kami adalah bagian dari Anda dan Anda adalah bagian dari kami, Anda adalah nadi kehidupan dan kami adalah pembela pertema keamanan Mesir dan kehormatannya dalam menghadapi penjajah yang menjadi kanker umat,” dikutip Pusat Informasi Paletina
Haniyah juga mengatakan bahwa Hamas, setelah menduduki kekuasaan melalui kota pemungutan suara, gerakan ini menghadapi perang tiga demensi. Mulai dari blokade, isolasi politik, pembunuhan, pengusiran, dan penghancuran institusi-institusi akibat penolakan entitas Zionis Israel untuk menerima hasil pemungutan kotan suara dan meminta penghentian perlawanan serta mengakui penjajah Israel.
Sementara itu Mursyid Ikhwan, Dr. Muhammad Badi’, menghargai jihad dan perjuangan gerakan Hamas. Dia menyatakan bahwa gerakan ini telah banyak mempersembahkan pengorbanan demi isu utama kaum muslimin.
Menurutnya, rezim Mesir yang sebelumnya telah membuat tembok dan pembatas antara ikhwan dengan jantungnya, yakni antara ikhwan dengan Hamas dan rakyat Palestina.
Badi’ juga menyampaikan penghargaan kepada angkatan bersenjata dan dinas intelijen umum Mesir yang bergerak demi kepenetingan isu Palestina setelah revolusi, ini sangat kelihatan dalam memulai rekonsiliasi dan pembukaan gerbang perlintasan.*