Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Puluhan Migran Brazil Dideportasi dari Amerika Serikat dengan Tangan Terborgol

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Januari 2025 15:02 3:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Januari 2025 15:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Brazil, hari Sabtu (25/1/2025), mengutarakan kemarahannya setelah puluhan migran yang dideportasi dari Amerika Serikat tiba dan tirun dari pesawat dalam keadaan tangan diborgol, menyebutnya sebagai “pengabaian nyata” terhadap hak-hak mereka.

Ketika pesawat mendarat di kota Manaus, aparat Brazil memerintahkan petugas dari AS untuk “segera melepaskan borgol-borgol itu,” kata Kementerian Kehakiman dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP.

Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski melaporkan kepada Presiden Luiz Inacio Lula da Silva tentang pelanggaran terhadap hak fundamental warga Brazil tersebut, imbuh pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri Brazil lewat platform X mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan dari Washington tentang perlakuan tidak layak atas para migran penumpang penerbangan yang tiba pada Jumat malam tersebut.

Pemerintah mengatakan terdapat 88 warga Brazil di dalam penerbangan itu.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Edgar Da Silva Moura, teknisi komputer berusia 31 tahun, termasuk salah satu di antara migran yang dideportasi, setelah mendekam di dalam tahanan selama 7 bulan di AS.

“Di dalam pesawat mereka tidak memberikan kami air minum, kami diikat di bagian kaki dan tangan, mereka bahkan tidak mengizinkan kami ke toilet,” paparnya kepada AFP.

“Udaranya sangat panas, sebagian orang bahkan pingsan.”Luis Antonio Rodrigues Santos, seorang pekerja lepas berusia 21 tahun, menceritakan bahwa selama 4 jam penerbangan mereka kepanasan dan mengalami kesulitan bernapas karena konon katanya sistem pendingin udara di dalam pesawat mengalami gangguan.

“Banyak hal berubah (sejak Trump dilantik), para migran diperlakukan seperti kriminal,” imbuhnya.

Menteri HAM Brazil Macae Evaristo mengatakan kepada awak media bahwa sejumlah anak penderita austisme juga ikut di dalam penerbangan itu.

Rekaman video yang ditayangkan stasiun televisi Brazil menunjukkan sejumlah penumpang keluar dari pesawat dalam keadaan tangan diborgol dan kaki dirantai.

Penerbangan itu awalnya dijadwalkan akan mendarat di kota Belo Horizonte di bagian tenggara Brazil, tetapi dengan alasan gangguan teknis pesawat mendarat di bagian utara di kota Manaus.

Setelah mengetahui situasi itu, Presiden Lula memerintahkan pesawat Angkatan Udara Brazil dikerahkan untuk mengantar mereka ke daerah-daerah tujuannya, guna memastikan mereka sampai ke tujuan akhir secara terhormat dan selamat,” kata Kementerian Kehakiman.

Sejumlah penerbangan deportasi sejak hari Senin mendapatkan perhatian publik dan media, meskipun sebenarnya penerbangan semacam itu biasa dilakukan di masa presiden-presiden Amerika Serikat sebelumnya.

Namun, tidak seperti kebiasaan sebelumnya, pemerintahan Trump sekarang menggunakan pesawat militer untuk melakukan repatriasi para migran, setidaknya satu pesawat itu mendarat di Guatemala pekan ini.

Pesawat yang mendarat di Manaus bukan pesawat militer, menurut hasil konfirmasi jurnalis AFP.

Sebuah sumber pemerintah Brazil mengatakan bahwa orang-orang yang dideportasi itu tiba di Manaus “dengan dokumen lengkap”, yang menunjukkan bahwa mereka setuju untuk dipulangkan.

Sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa penerbangan deportasi yang satu ini tidak berkaitan dengan keputusan terbaru Presiden Trump, melainkan berdasarkan sebuah kesepakatan bilateral tahun 2017.

Sebagaimana diketahui, Presiden Trump berjanji akan bertindak keras dalam urusan keimigrasian, dan sejak hari pertama menjabat dia sudah mengeluarkan beberapa keputusan yang mengubah kebijakan berkaitan dengan pendatang asing.

Di hari pertamanya Trump langsung menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan “keadaan darurat nasional” di bagian selatan perbatasan Amerika Serikat dan memerintahkan pengerahan pasukan tambahan di sana sementara deportasi orang-orang asing terus digencarkan.

Diperkirakan terdapat 11 pendatang asing tanpa dokumen di Amerika Serikat, menurut statistik Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatBrazildeportasimigran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukum Nyanyian, Bagaimana Ulama Menyikapinya?
Tulisan selanjutnya Serangan Drone atas RS Arab Saudi di Darfur Tewaskan 30 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?