Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Ingatkan Pemerintah Agar Berhati-Hati Kirim Pasukan ke Palestina: Jangan Terjebak Skema Politik Amerika dan Israel

Bambang S
Terakhir diupdate: 19 November 2025 09:28 9:28 am
Bambang S
Dipublikasikan 19 November 2025 09:30
Bagikan
MUI Ingatkan Pemerintah Agar Berhati-Hati Kirim Pasukan ke Palestina: Jangan Terjebak Skema Politik Amerika dan Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan pemerintah Indonesia agar sangat berhati-hati dalam rencana pengiriman pasukan ke Palestina.

Daftar isi
  • Serukan Kehati-hatian untuk Negara Lain
  • Terus Kawal Boikot
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Ia menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina harus konsisten dilakukan demi keadilan dan perdamaian dunia, namun tidak boleh sampai terjebak dalam skema politik yang merugikan perjuangan rakyat Palestina.

“Pertama, Indonesia harus tetap berkomitmen dan konsisten membela Palestina demi keadilan dan perdamaian dunia. Presiden sudah menyebutkan 20 ribu pasukan akan dikirim ke sana,” ujar Sudarnoto, kepada media di kantor MUI, Selasa 18 November 2025.

Namun, menurut Prof. Sudarnoto, rencana pengiriman pasukan stabilisasi yang saat ini didorong oleh Amerika Serikat dan Israel memiliki syarat yang sangat problematik, yakni pelucutan senjata kelompok perlawanan Palestina, termasuk Hamas. Skema itu, kata dia, sudah tegas ditolak oleh pihak perlawanan Palestina.

“Mereka tidak mau, karena itu adalah langkah yang menjebak dan membuka jalan penguasaan Palestina dengan cara-cara baru,” tegasnya.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Sudarnoto menilai bahwa Indonesia harus mendukung Palestina, termasuk dalam prinsip pengiriman pasukan, tetapi tidak boleh sampai mengikuti desain politik AS–Israel yang justru dapat melemahkan perjuangan rakyat Palestina.

“Pengiriman tentara prinsipnya iya. Tetapi jangan sampai masuk jebakan baru Amerika sehingga malah merugikan Palestina. Ini penting sekali,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Israel sejak awal tidak pernah rela melihat Palestina mendapatkan hak-haknya. “Israel itu tidak pernah reda. Al-Qur’an sudah mengingatkan, mereka tidak akan pernah rela jika merasa dirugikan,” ujarnya.

Serukan Kehati-hatian untuk Negara Lain

Prof. Sudarnoto juga menekankan bahwa sikap hati-hati ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara lain yang terlibat dalam proses stabilisasi, termasuk Mesir dan negara-negara Arab lainnya.

Menurutnya, langkah-langkah terbaru Amerika Serikat dan sekutu Barat harus dibaca secara kritis agar tidak menguntungkan Israel secara sepihak. “Saya kira bukan hanya Indonesia. Negara-negara lain seperti Mesir juga harus berhati-hati melihat langkah-langkah terakhir yang dilakukan Amerika dan sekutu,” kata Sudarnoto.

Terus Kawal Boikot

Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) MUI pada 20–23 November 2025 di Jakarta. Sudarnoto juga menyerukan agar umat Islam dan masyarakat Indonesia terus memperkuat gerakan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel dan sekutu Zionis.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah ini memastikan bahwa isu boikot akan menjadi pembahasan penting. Ia menilai forum tertinggi MUI tersebut merupakan momentum strategis untuk mengingatkan kembali masyarakat maupun pemerintah tentang urgensi gerakan boikot sebagai tekanan nyata terhadap kekuatan ekonomi Israel.

“Kalau gerakan boikot ini tidak dirawat terus-menerus, masyarakat bisa lupa, pemerintah pun bisa lupa. Karena itu, melalui Munas nanti, MUI akan kembali menegaskan betapa pentingnya boikot itu,” ujarnya

Menurutnya, pemboikotan dapat menjadi instrumen efektif untuk memperlemah ekonomi Israel, terlebih jika dilakukan secara kolektif di berbagai negara. Ia mencontohkan sejumlah negara yang bahkan telah melarang masuk wisatawan Israel sebagai bentuk tekanan diplomatik maupun moral.

“Munas ini akan menegaskan kembali pentingnya pemboikotan yang dilakukan oleh masyarakat, dan pemerintah juga harus menjadi bagian penting dari gerakan tersebut,” kata Sudarnoto.

Hal senada disampaikan Ketua Steering Committee Munas XI MUI, KH Masduki Baidlowi. Ia mengungkapkan bahwa rekomendasi mengenai boikot produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel akan menjadi salah satu keputusan terbaru yang dihasilkan Munas.

“Ini merupakan tindak lanjut dari fatwa MUI agar umat Islam Indonesia melakukan boikot terhadap produk-produk multinasional yang terafiliasi dengan Israel,” jelasnya.

Kiai Masduki berharap rekomendasi ini dapat menggugah kesadaran masyarakat luas. Menurutnya, masyarakat Indonesia selama ini tidak memiliki banyak cara lain dalam merespons kekejaman Israel, sehingga boikot menjadi langkah minimal yang sangat strategis. Namun, ia mengakui bahwa konsistensi publik sering terganggu oleh gempuran promosi produk-produk tersebut.

“Ketika ada promosi, masyarakat kembali membeli produk itu. Karena itu, tim rekomendasi akan menekankan pentingnya menjaga konsistensi gerakan boikot,” ujar Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI ini.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jalur GazaMajelis Ulama IndonesiaMunas MUIpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dukung Rencana Trump, DK PBB Setujui Pengerahan Pasukan Internasional di Gaza
Tulisan selanjutnya Dituduh Ancam Demokrasi, Organisasi Muslim Interaktiv Dilarang di Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?