Hidayatullah.com– Pemerintahan Taliban Afghanistan, hari Selasa (17/2/2026), mengatakan bahwa pihaknya sudah melepaskan tiga tentara Pakistan yang ditangkap di daerah perbatasan saat bentrokan pada bulan Oktober 2025.
Langkah itu merupakan hasil dari mediasi yang diupayakan Arab Saudi di tengah ketegangan hubungan dan penutupan berkepanjangan perbatasan antara kedua negara bertetangga itu.
Pembebasan itu dilakukan beberapa bulan setelah terjadi bentrokan bersenjata lintas perbatasan paling parah sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021. Ketika itu puluhan orang tewas, sehingga mendorong kedua negara untuk menyepakati gencatan senjata tetapi gagal untuk mewujudkan hubungan politik jangka panjang yang lebih baik.
Dilansir Reuters, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa ketiga tentara Pakistan itu, yang ditangkap pada 12 Oktober 2025 saat terjadi bentrokan bersenjata di perbatasan, diserahkan ke delegasi Arab Saudi di Kabul.
Dia mengatakan langkah itu sejalan dengan kebijakan pemerintahan Taliban untuk memelihara hubungan positif dengan semua negara dan sebagai penghormatan kepada bulan Ramadhan yang segera tiba.
Itu juga merupakan respon atas permintaan dari “negara sahabat Arab Saudi,” yang belum lama ini menjadi tuan rumah bagi perundingan-perundingan antara kedua negara, imbuh Zabihullah Mujahid.
Pintu-pintu perbatasan penting antara Afghanistan dan Pakistan secara periodik ditutup selama ketegangan, sehingga mengganggu perdagangan dan pergerakan di sepanjang perbatasan yang mencapai 2.600 kilometer itu.
Pakistan menuding penguasa Taliban Afghanistan melindungi para militan yang melakukan serangan di dalam wilayah Pakistan, tuduhan yang dibantah oleh Kabul.*




