Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

AS Alihkan Pertahanan ke ‘Israel’, Arab Saudi Kecewa

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Maret 2026 11:18 11:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Maret 2026 11:17
Bagikan
Donald Trump bersama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS)
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pejabat tinggi Arab Saudi mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dinilai mulai mengabaikan komitmen keamanan di kawasan Teluk.

Pernyataan itu mencuat setelah laporan sejumlah media internasional menyebut Washington memindahkan sebagian sistem pertahanan udaranya dari wilayah Teluk untuk memperkuat perlindungan kepada penjajah ‘Israel’ di tengah eskalasi dengan Iran.

Pejabat Saudi yang dikutip menyatakan bahwa selama ini kerajaan dan negara Teluk lainnya memberikan akses strategis bagi pangkalan militer Amerika sebagai bagian dari arsitektur keamanan bersama. Namun, ia menilai keputusan terbaru Washington menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi komitmen pertahanan tersebut.

“Kami menjadi tuan rumah instalasi penting, tetapi ketika ancaman meningkat, perlindungan justru diprioritaskan ke tempat lain,” ujarnya sebagaimana dikutip News18.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang secara spesifik mengonfirmasi detail pemindahan sistem pertahanan tersebut.

Baca Juga

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Namun analis keamanan regional menilai langkah itu mencerminkan fokus Washington yang semakin tertuju pada perlindungan kepada penjajah ‘Israel’ di tengah memanasnya konfrontasi dengan Iran.

Sementara itu, pengamat hubungan internasional dari Gulf Research Center berbasis di Jeddah menyatakan bahwa dinamika ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan persepsi ancaman antara Washington dan sekutu Teluknya.

Menurutnya, negara-negara Teluk selama ini memandang Iran sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas internal dan infrastruktur vital, sementara Amerika cenderung menyesuaikan prioritasnya berdasarkan perkembangan konflik yang lebih luas.

Sejumlah pakar lain juga mengkritik ketergantungan berlebihan negara Teluk pada sistem pertahanan eksternal dan ketergantungannya pada Washington.

Kritik tersebut mempertegas urgensi bagi negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, untuk memperkuat sistem pertahanan mandiri sekaligus meninjau ulang format kerja sama keamanan jangka panjang dengan sekutu Barat mereka.

Al Jazeera menyoroti negara-negara GCC, termasuk Arab Saudi, yang terlalu lama menggantungkan stabilitas pertahanannya pada komitmen Washington. Mereka berpendapat bahwa perubahan prioritas global AS — termasuk fokus ke Asia dan perlindungan Israel — seharusnya sudah diantisipasi sejak lama.

Harian Al-Akhbar yang dikenal kritis terhadap kebijakan AS di kawasan, beberapa kali memuat opini bahwa strategi keamanan Saudi terlalu “outsourced” ke Washington. Dalam sejumlah artikel opini, disebutkan bahwa krisis-krisis regional — dari serangan terhadap fasilitas minyak hingga eskalasi Iran–Israel — menunjukkan risiko nyata ketika keputusan pertahanan berada di tangan aktor eksternal.

Sementara itu, media berbasis London milik Saudi, Asharq Al-Awsat, dalam analisisnya lebih berhati-hati, namun tetap menyinggung perlunya diversifikasi aliansi dan peningkatan kemampuan pertahanan domestik negara-negara Teluk. Beberapa pengamat yang dikutip menyatakan bahwa era jaminan keamanan tanpa syarat dari AS telah berubah, sehingga ketergantungan tunggal seharunya sudah tidak realistis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatarab saudiAS-Israel Serang IranisraelNegara teluk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika-‘Israel’ Menyerang Iran: Apa yang Perlu Kita Tahu?
Tulisan selanjutnya shalat gerhana Gerhana Bulan Total Petang Ini, BMKG: Dapat Diamati Jika Langit Cerah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Berita
11 Juli 2026 10:50
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

14 Juli 2026 14:52
Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

13 Juli 2026 18:00
Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

13 Juli 2026 16:30
Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

13 Juli 2026 15:40
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?