Hidayatullah.com– Musim panas tahun ini akan menjadi masa yang sulit bagi Eropa karena kelangkaan bahan bakar akibat konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz sekalipun jika ada skenario baik, kata Komisioner Energi Uni Eropa Dan Jorgensen hari Selasa (21/4/2026).
Uni Eropa sedang mempersiapkan kebijakan-kebijakan untuk mengatasi dampak perang terhadap pasokan bahan bakar pesawat, kata Jorgensen kepada awak media di Madrid, Spanyol, seperti dilansir Reuters.
“Apabila diperlukan kami mungkin akan meredistribusi dan berbagi sumber daya bahan bakar pesawat yang kami miliki,” ujarnya.
Maskapai-maskapai penerbangan Eropa sebelumnya sudah memperingatkan bahwa bahan bakar akan mengalami kelangkaan dalam beberapa pekan akibat perang Iran yang memblokir rute utama pasokan lewat Selat Hormuz. Sekitar 75 persen bahan bakar pesawat yang dibutuhkan negara-negara Uni Eropa dipasok dari Timur Tengah.
Dilansir BBC hari Rabu (22/4/2026), maskapai penerbangan Jerman Lufthansa akan memangkas 20.000 penerbangan jarak dekat di kawasan Eropa pada musim panas ini, karena tingginya harga bahan bakar menjadikan banyak penerbangan tidak mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
Beberapa maskapai penerbangan, termasuk KLM-France dan Delta, juga memangkas jumlah penerbangan mereka selama musim panas, sementara perusahaan lain menaikkan harga tiket untuk menutup harga bahan bakar yang melonjak hingga dua kali lipat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel atas Iran pada 28 Februari.*




