Hidayatullah.com- Pemuda Iran atlet karate berprestasi Sasan Azadvar Joonqani hari Kamis pagi (30/4/2026) dieksekusi mati di penjara Dastgerd di Isfahan.
Sebuah sumber yang dekat dengan keluarga pemuda berusia 21 tahun itu mengatakan kepada media Iran Hrana bahwa pemakamannya dilakukan di bawah pengamanan ketat oleh aparat dan hanya 10 kerabatnya yang diperbolehkan hadir, lansir Euronews (1/5/2026).
Menurut situs berita kehakiman Iran Mizan, Azadvar divonis bersalah melakukan “moharebeh” atau perang melawan Allah dan “secara efektif bekerja sama dengan musuh”.
Dia dituduh melakukan serangan terhadap sebuah kendaraan pengangkut petugas keamanan dengan batu dan tongkat, menghancurkan jendela kendaraan tersebut, serta melempar batu dan bata ke arah petugas saat berlangsung aksi unjuk rasa pada bulan Januari. Laporan itu tidak menyebut apakah ada korban dari kalangan petugas keamanan akibat tindakan pemuda itu.
Mizan melaporkan bahwa pemuda itu berupaya menyiapkan bensin untuk membakar kendaraan, tetapi tidak berhasil.
Majelis hakim mengklaim bahwa persidangan dilakukan dengan menghadirkan kuasa hukum terdakwa, tetapi tidak memberikan keterangan lebih rinci.
Akan tetapi, platform para pengacara Dadban mengatakan dakwaan yang menjerat Azadvar tidak memenuhi definisi legal “bermusuhan terhadap Allah” berdasarkan hukum yang berlaku di Iran.
Kelompok peduli HAM Hengaw berpendapat kasus itu diwarnai dengan “ambiguitas legal serius” dan pengacara terdakwa bersikukuh mengatakan tidak ada bukti yang kuat bahwa kliennya melakukan tindakan seperti apa yang dituduhkan.
Hengaw mengatakan Azadvar merupakan juara karate dari Provinsi Isfahan dan diduga dia mengalami penyiksaan fisik dan psikis selama di dalam tahanan guna mendapatkan pengakuannya. secara paksa.
Azadvar ditangkap pada 8 Januari saat terjadi aksi protes anti-pemerintah di Isfahan dan banyak daerah lain di Iran, dan dia awalnya ditempatkan di sel isolasi.
Vonis hukuman matinya dikuatkan oleh keputusan Mahkamah Agung.*




