Hidayatullah.com–Lebih dari setengah populasi Libanon bergantung pada bantuan kemanusiaan, kata seorang pejabat Uni Eropa hari Jumat (8/5/2025), sementara Zionis Israel terus melancarkan serangan meskipun ada gencatan senjata dengan Hizbullah.
“Saat ini, lebih dari tiga juta orang, artinya lebih dari setengah populasi di Libanon ini, bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup,” kata Hadja Lahbib, kepala manajemen krisis UE, kepada awak media setelah bertemu dengan Presiden Libanon Joseph Aoun di Beirut seperti dilansir AFP.
Lahbib mengatakan sejak pecah perang 2 Maret blok kerja sama ekonomi itu sudah memberikan bantuan senilai 100 juta euro dan mengirimkan enam pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan, dengan yang ketujuh dijadwalkan tiba pada hari Sabtu 9 Mei.
Menurut pihak berwenang, serangan Israel atas Libanon telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal sejak awal Maret.
Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan Maret meluncurkan kampanye penggalangan dana darurat $308 juta untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Libanon, tetapi sejauh ini hanya berhasil mengumpulkan $126 juta, menurut badan-badan PBB.
Lahbib, yang mengatakan gencatan senjata “membuka pintu harapan” meskipun kecil, menyeru kepada Hizbullah untuk berhenti melancarkan serangan terhadap Israel dan melucuti persenjataan anggotanya dan mengatakan Israel harus menghentikan aksi pemboman yang dilakukannya terhadap Libanon.
Israel dan Libanon dijadwalkan akan menggelar pembicaraan putaran ketiga di Washingtoon pekan depan guna mengakhiri perang, meskipun ada penolakan Hizbullah terhadap negosiasi langsung.*




