Hidayatullah.com– Kepala tim negosiasi Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, hari Rabu (20/5/2026), mengatakan bahwa Amerika Serikat bermaksud untuk melanjutkan perang dan berharap Teheran akan menyerah.
“Pergerakan musuh, baik yang terang-terangan maupun tersembunyi, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan ekonomi dan politik, mereka belum meninggalkan tujuan militer mereka dan berupaya untuk kembali memulai perang,” kata Ghalibaf dalam pesan suara di situs web resminya.
Pernyataan Ghalibaf itu dimunculkan di saat Washington dan Teheran saling melempar ancaman sementara keduanya mengajukan usulan-usulan untuk mengakhiri perang.
Hari Rabu (20/5), Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa perang bisa meluas ke luar kawasan apabila AS dan Israel kembali melancarkan serangannya setelah Presiden Trump mengatakan bahwa dia akan melancarkan serangan lagi kecuali Teheran menyetujui proposal damai yang diajukan Amerika.
Ghalibaf mengatakan AS masih berharap Iran akan menyerah dan mengikuti semua kemauan Washington yang berlebihan, dengan cara terus memberikan tekanan ekonomi dan blokade laut yang diterapkan sejak 13 April, lansir AFP.
Ghalibaf mengakui adanya beban ekonomi yang dirasakan rakyat Iran di tengah perlawanan Teheran terhadap serangan-serangan AS dan Israel. Pada saat yang sama dia menyerukan persatuan nasional.
“Kita harus memperkuat persiapan kita untuk melakukan respons yang efektif dan tegas terhadap setiap potensi serangan,” katanya, seraya menambahkan bahwa “Iran tidak akan pernah menyerah pada intimidasi, dalam keadaan apa pun.”
“Sekarang semakin jelas bahwa kita terlibat dalam pertarungan keteguhan kemauan. Siapa pun yang memenangkan perang ini akan menulis sejarah Iran dan menentukan masa depannya,” kata Ghalibaf, yang baru-baru ini juga diserahi tugas untuk mengawal hubungan antara Teheran dengan Beijing.*




