Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Laporan Langsung Doddy Hidayat Dari Rohingya, Myanmar

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 Oktober 2012 08:49
Bagikan
Gambar sebagian Shelter ACT yang sudah mulai berdiri
Bagikan

SUDAH seharusnya kerja kemanusiaan tidak berhenti hanya sampai pada fase emergency. Fase pemulihan fisik dan sosial, menjadi pengharapan masyarakat yang mengalami musibah. Tim Sympathy Of Solidarity (SOS) ACT Rohingya-3, hadir di Rakhine State, Myanmar, tepatnya di kota Sittway – wilayah terpanas di Myanmar, untuk  menjajaki pemulihan fisik dan sosial pasca konflik komunal yang memaksa etnik Rohingya keluar dari Myanmar.

Tim SOS-ACT Rohingya 1 dan 2, telah menunaikan tugas kemanusiaan, Agustus-September lalu, baik di Sittway maupun sejumlah Kamp di Bangladesh. Tim 1, Andhika P. Swasono, hadir di Bangladesh 40 hari lamanya, sedangkan Tim 2 – Doddy Hidayat, ke Sittway Agustus lalu setelah rangkaian ikhtiar mencari akses masuk Myanmar dari pertemuan lintas organisasi sosial di Jakarta, Kualalumpur (Malaysia) dan Bangkok (Thailand).

Saat Doddy masuk ke Sittway, situasi masih menegangkan dan kondisi Aung Mingalar – desa Rohingya yang masih utuh ketika itu karena dalam penjagaan aparat keamanan. Tak kurang dari 1.000 keluarga berdiam di sana (lokal), ditambah sekitar 250 keluarga yang menumpang karena etnik lainnya mengusir mereka dari desanya.

Berbeda dengan stgrategi organisasi kemanusiaan lainnya yang memilih masuk diam-diam, bersiasat, atau melalui otoritas pemerintah Myanmar (pusat, di Yanggon), saat itu Doddy selain mendayagunakan relawan lokal, memberanaikan diri menemui pemerintah Rakhine State di Sittway, dan diterima dengan baik.

“Sebagai bagian strategi, bantuan kemanusiaan juga diberikan untuk kaum dhuafa non-Rohingya,” jelas Doddy yang usai kembali dari Myanmar, mendapat mandat baru di ACT sebagai Direktur Global Humanity Response (GHR).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Lobby Doddy, berhasil meyakinkan Pemerintah Rakhine State, kehadiran ACT tak sekadar karitatif melainkan sampai fase pemulihan  fisik dan sosial.

“Kami meyakinkan mereka, pada kunjungan berikutnya kami akan mendirikan shelter ukuran besar. Mereka tertarik gagasan pembangunan fasilitas sosial seperti ini. Hanya saja, ketika melihat desain kami yang bentuknya semi permanen, mereka meminta fisik bangunan disesuaikan dengan yang sudah dibangun lebih dulu di wilayah mereka. Rancangan kami dianggap lebih baik dan berpotensi memicu rasa cemburu warga yang lain,” ungkap Doddy.

ACT menerima saran itu. Shelter yang akan dibangun pun berbeda dengan standar yang bisa dibangun di wilayah bencana di Indonesia (seperti di Padang atau Jogja pasca gempa), tapi berbahan lokal dominan bambu dan berikuran besar.

“Mereka tidak mengira saat kami tawarkan, kami siap membangun 10 shelter ukuran besar,” tambahnya. Hasil perbincangan itu, Doddy mewakili ACT, mengantongi surat izin membangun  shelter. Surat “sakti” inilah yang berguna sekali melancarkan proses-proses penyampaian bantuan lanjutan.

Doddy pada September lalu kembali ke Jakarta. Setelah menyiapkan segala keperluan aksi lanjutan, 28 September lalu, Doddy kembali ke Sittway. Kali ini, ia ditemani, Maman Sudiaman (relawan ACT, Jakarta), dan M. Riadz Hashim (ACT Kualalumpur, Malaysia).

Pada kesempatan kedua, Tim SOS-ACT Rohingya-3 ini mengusung dua misi penting: assesment program Global Qurban 1433H, mengupayakan ternak dan titik pelaksanaan kurban di Sittway, dan melakukan assesment pembangunan shelter.

Jumat, (05/10/2012), Doddy memperoleh mitra dan stok hewan qurban untuk pengungsi Rohingya di Myanmar, tepatnya di Se Tha Ma Gyi.

Ia juga mengabarkan prototype shelter berukuran 25×30 feet atau setara dengan 7.5×9 meter2 telah selesai. Ukuran ini merupakan model yang telah ditetapkan oleh pemerintah Rakhine.

“Sebenarnya kami (ACT) ingin membuat shelter yang lebih besar namun tidak bisa karena harus mengikuti ukuran yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat,” ujar Doddy. “Kami saat ini dalam persiapan membangun  shelter,” tambahnya.

Benar, situasi Sittway sedang menghangat. pemicunya, beredarnya informasi, Aung Mingalar, desa yang menjadi pusat berlindung etnik Rohingya, telah menerima banyak bantuan, sementara warga non-Rohingya tidak mendapatkan apa-apa.

Setelah sempat rusuh, situasi mulai terkendali, meskipun di bagian utama desa ini dikelilingi police-line, ujar Doddy.

ACT insyaAllah tetap bisa meneruskan rencana membantu etnik Rohingya, dengan catatan, warga Rakhine non-Rohingya  juga memperoleh bantuan.

“Dengan kepala dingin dan membuka pikiran, ACT bersama elemen kemanusiaan Myanmar ingin berperan memulihkan kedamaian di Myanmar,” kata Doddy mengakhiri laporannya.*

Aksi Cepat Tanggap, Jakarta 7 Oktober 2012

Feri Kuntoro (Humas ACT)
Doddy Hidayat ( Tim SOS ACT Rohingya)

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ACTmyanmarold migrateRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bill Gates: TV Masih Lebih Murah Ketimbang Internet
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah Berikan Beasiswa untuk 239 Muslim Pattani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?