Hidayatullah.com–Menyampaikan kebaikan dan kebenaran itu tugas setiap Muslim. Ia tidak terhalang oleh status atau profesi apapun yang ditekuni.
Demikian disampaikan oleh Masykur Abu Jaulah, redaktur media hidayatullah.com dalam training jurnalistik yang digelar oleh Komunitas Penulis Islam UIKA (KOPIKA), Sabtu, (05/03/2016) lalu.
“Umat Islam tak bisa hanya tinggal diam melihat kemunkaran yang disebar melalui berbagai media atau media yang cuma memuat berita tidak bermanfaat,” ucap Masykur memberi semangat.
“Ia harus dilawan, setidaknya dengan membuat tulisan dan bacaan alternatif, walau dengan secarik kertas, seuntai kata atau sebaris kalimat sekalipun,” imbuh Masykur kembali.
Dalam acara training yang diadakan di gedung Fakultas Agama Islam (FAI) Univeristas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor tersebut, Masykur juga menjelaskan adanya keberpihakan media sebagai sesuatu yang niscaya dan lumrah terjadi.
Bedanya, terang mahasiswa pascasarjana UIKA tersebut, jurnalis atau media Islam tetap patuh pada rambu-rambu jurnalistik dan adab seorang Muslim.
Sedang media Barat atau sekular terkadang tidak peduli adab karena mereka tak mengenal hal itu.
Menurut Masykur, hal itu biasa terjadi karena perbedaan orientasi dalam menulis atau membuat berita.
“Media Islam berdakwah dan berjuang menegakkan agama lewat tulisan. Sedang musuh Islam menggunakan tulisan untuk menyerang kaum muslimin dan demi kepentingan dunia,” papar Masykur menjelaskan.
Untuk diketahui, Komunitas Penulis Islam UIKA (KOPIKA) ini baru saja diresmikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIKA, Dr. Rahmat Rosyadi, akhir bulan Pebruari lalu.
Selain mengadakan training jurnalistik dan pelatihan menulis ilmiah, KOPIKA yang diketuai oleh Dwi Pirwitasari, S.Pd ini juga mengagendakan sejumlah program lainnya ke depan.
Di antaranya yang telah disepakati adalah pelatihan menulis setiap pekan (hari Sabtu), bedah buku, book fair, lomba menulis, kunjungan ke sejumlah media Islam, dan program ODO (One Day One Opus).
Untuk program yang disebut terakhir, sedianya setiap anggota akan dijadwal secara bergilir untuk mengirim tulisan orisinil lalu didiakusi secara bersama di dalam grup.
Tulisan yang dimaksud jenisnya bebas, bisa opini, pengalaman inspiratif, liputan sederhana, puisi, cerpen, dan sebagainya.*/Ibnu Hilal, anggota Komunitas Penulis Islam UIKA (KOPIKA)