Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berkunjung ke Iran, PM Davutoglu: Turki dan Iran Harus Membangun Perspektif Sama untuk Akhiri Konflik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Maret 2016 10:11 10:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Maret 2016 10:11
Bagikan
PM Turki Davutoglu berkunjung ke Teheran Sabtu (5/3/2016). Turki akan menjadi tempat transit penting dalam suplai energi Iran ke Eropa.
Bagikan

Hidayatullah.com—Turki dan Iran, dua negara yang berseberangan dalam konflik Suriah, harus membangun “perspektif yang sama” guna mengakhiri perselisihan sektarian di kawasan itu, kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu dalam kunjungannya ke Teheran hari Sabtu (5/3/2016).

“Kita mungkin memiliki pandangan berbeda, tetapi kita tidak bisa mengubah sejarah atau geografi kita,” kata Davutoglu seperti dikutip Reuters, berdiri di samping Wakil Presiden Iran Eshagh Jahangiri.

“Sangat penting sekali bagi Turki dan Iran membangun perspektif yang sama guna mengakhiri pertengkaran antar saudara di kawasan kita ini, untuk menghentikan konflik etnis dan sektarian,” imbuh Davutoglu, seraya menambahkan agar mereka tidak menyerahkan nasib kawasan ke tangan pihak-pihak yang bukan berasal dari kawasan mereka sendiri.

Davutoglu mengingatkan tuan rumah Iran bahwa Turki berdiri mendampingi Iran di saat negeri Persia itu menghadapi hari-hari sulit selama sanksi diberlakukan.

Dalam tanggapannya yang disiarkan secara langsung Wapres Jahangiri berkata, “Kita memiliki perbedaan dalam sejumlah isu regional, tetapi kita bertekad untuk mengatasi perbedaan itu dan mencapai stabilitas regional … Iran dan Turki keduanya akan mengambil manfaat dari keamanan dan stabilitas regional.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menyinggung masalah sanksi atas Iran, Davutoglu mengatakan bahwa dengan dicabutnya berbagai sanksi atas Iran berarti kedua negara dapat dengan mudah melampaui target perdagangan yang sebelumnya mencapai $30 miliar pertahun.

“Hambatan utama yang menghalangi kita mencapai tujuan kita adalah sanksi. Terbebas dari sanksi-sanksi itu, artinya kita dapat dengan mudah melampaui tujuan $30 miliar kita,” kata Davutoglu, seraya menambahkan dia berharap investasi mutual kedua negara meningkat.

Menurut lembaga statistik nasional Turki (TUIK), perdagangan antara kedua negara pada tahun 2015 mencapai $9,7 miliar.

Produk yang banyak dijual Turki ke Iran antara lain mesin-mesin, kendaraan, besi dan baja. Sementara 90 persen ekspor minyak dan gas Iran dijual ke Turki, kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Davutoglu menambahkan bahwa Turki akan menjadi tempat transit penting dalam suplai energi Iran ke Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sampaikan Kebenaran Walau Seuntai Kata dan Secarik Kertas
Tulisan selanjutnya MUI Garut Mengaku Siapkan Fatwa Sesat Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?