Hidayatullah.com—Turki dan Iran, dua negara yang berseberangan dalam konflik Suriah, harus membangun “perspektif yang sama” guna mengakhiri perselisihan sektarian di kawasan itu, kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu dalam kunjungannya ke Teheran hari Sabtu (5/3/2016).
“Kita mungkin memiliki pandangan berbeda, tetapi kita tidak bisa mengubah sejarah atau geografi kita,” kata Davutoglu seperti dikutip Reuters, berdiri di samping Wakil Presiden Iran Eshagh Jahangiri.
“Sangat penting sekali bagi Turki dan Iran membangun perspektif yang sama guna mengakhiri pertengkaran antar saudara di kawasan kita ini, untuk menghentikan konflik etnis dan sektarian,” imbuh Davutoglu, seraya menambahkan agar mereka tidak menyerahkan nasib kawasan ke tangan pihak-pihak yang bukan berasal dari kawasan mereka sendiri.
Davutoglu mengingatkan tuan rumah Iran bahwa Turki berdiri mendampingi Iran di saat negeri Persia itu menghadapi hari-hari sulit selama sanksi diberlakukan.
Dalam tanggapannya yang disiarkan secara langsung Wapres Jahangiri berkata, “Kita memiliki perbedaan dalam sejumlah isu regional, tetapi kita bertekad untuk mengatasi perbedaan itu dan mencapai stabilitas regional … Iran dan Turki keduanya akan mengambil manfaat dari keamanan dan stabilitas regional.”
Menyinggung masalah sanksi atas Iran, Davutoglu mengatakan bahwa dengan dicabutnya berbagai sanksi atas Iran berarti kedua negara dapat dengan mudah melampaui target perdagangan yang sebelumnya mencapai $30 miliar pertahun.
“Hambatan utama yang menghalangi kita mencapai tujuan kita adalah sanksi. Terbebas dari sanksi-sanksi itu, artinya kita dapat dengan mudah melampaui tujuan $30 miliar kita,” kata Davutoglu, seraya menambahkan dia berharap investasi mutual kedua negara meningkat.
Menurut lembaga statistik nasional Turki (TUIK), perdagangan antara kedua negara pada tahun 2015 mencapai $9,7 miliar.
Produk yang banyak dijual Turki ke Iran antara lain mesin-mesin, kendaraan, besi dan baja. Sementara 90 persen ekspor minyak dan gas Iran dijual ke Turki, kata Kementerian Luar Negeri Turki.
Davutoglu menambahkan bahwa Turki akan menjadi tempat transit penting dalam suplai energi Iran ke Eropa.*