Hidayatullah.com–Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Pakistan menggelar dialog online bersama Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil., dengan tema “Islam Dalam Ranah Kebangsaan.”
Dialog yang dihadiri puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di International Islamic University Islamabad (IIUI) ini digelar di kawasan I10 sector Islamabad, Jumat malam, (15/12/2017).
Dalam dialog tersebut, Dr. Hamid yang juga sebagai ini mengatakan ada orang-orang yang ingin membajak Pancasila demi kepentingan golongan tertentu.
Mereka menafsirkannya sendiri, lalu menjadikannya sebagai alat untuk memarginalkan umat Islam. Padahal, Pancasila sendiri 100% mengandung nilai-nilai keislaman.
“Ini harus kita katakan terus terang, ada orang-orang yang ingin membajak Pancasila untuk kepentingan golongan tertentu. Ini sudah lama terjadi seperti begitu di Indonesia. Pancasila itu menjadi alat untuk memarginalkan umat Islam. Dan Pancasila itu ditafsirkan sesuai dengan tafsiran orang-orang yang mempunyai kepentingan politik. Secara konseptual saya dan kita semua tidak perlu takut bahwa Pancasila itu dimensi keislamannya 80 bahkan 100%,” kata putra ke-9 Pendiri Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, KH Imam Zarkasyi ini.*