Hidayatullah.com– Konsep diin dalam Islam dan perbedaan antara diin dengan agama. Menurutnya, konsep ad diin (agama) dalam Islam berbeda dengan agama menurut Barat.
“Ad-Diin bermakna keadaan diri manusia yang berhutang, menundukkan diri menurut perintah dan menjadikan diri lebih bersifat keinsanan, berlawanan dengan sifat kebinatangannya, sehingga menjadikan manusia lebih berperikemanusiaan. Manusia senantiasa berhutang diri, budi, dan daya kepada Allah yang telah menjadikannya dari tiada kepada ada. Makna seperti ini tidak ditemukan dalam kata ;agama’ yang biasa kita gunakan,” ujar Dr. Wido Supraha, Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) dalam perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta angkatan ke-7 di Aula INSISTS, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu malam (10/01/2018) lalu.
Perkuliahan yang mengusung tema “Konsep Diin ” ini, dosen Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun, Bogor ini menjelaskan mengenai konsep diin di mana ada beberapa upaya Barat untuk mengaburkan konsep Islam sebagai agama wahyu.
Akibatnya, banyak orang menempatkan Islam seperti agama yang dibuat oleh manusia.
“Banyak sekali usaha Barat untuk menghilangkan nama Islam. Mereka kerap kali menyebut Islam sebagai agama Muhammad, sehingga masyarakat akan terdistorsi pikirannya dan menganggap Islam sebagai agama yang dibuat oleh Nabi Muhammad, bukan dari Allah Subhanahu Wata’ala,”ujarnya.
Venny, salah satu peserta kuliah SPI Jakarta, mengungkapkan antusiasme dalam perkuliahan kali ini.
“Perkuliahan hari ini keren sekali. Saya banyak belajar tentang turunan dari kata ad–diin yang akhirnya menjadi konsep peradaban. Saya juga semakin yakin bahwa Nasrani dan Yahudi tidak akan senang hingga umat Islam mengikuti mereka, dan penyebutan mereka terhadap Islam inilah salah satu contoh siasat mereka dalam menggoyahkan aqidah dan keyakinan terhadap Islam,” ujarnya.*/kiriman Balgis Alkaff