Hidayatullah.com–Generasi muda harus menumbuhkan rasa cinta kepada agama Islam. Sebab, katanya, dengan modal cinta inilah, seseorang akan tergerak berjuang sepenuh jiwa, menyambut seruan yang dicintai.
“Sifat dasar orang yang tengah jatuh cinta, akan siap berkorban, demi membuktikan kebenaran cintanya,” Ketua Syabab Hidayatullah Jawa Timur, Syahri Sauma, , kepada peserta Syabab Camp 1 Rayon Madiun belum lama ini.
Alumni pasca Sarjana UIN Sunan Ampel ini, mengatakan, alangkah dahsyatnya, kiranya rasa cinta itu, ditujukan pada agama dan umat.
Dan bila dibuka lembaran sejarah, maka didapatkan landasan cinta inilah yang menjadi motor penggerak, para pejuang pendahulu, untuk memgorbankan apa yang dimiliki, tak terkecuali nyawa mereka sekalipun.
“Kalau bukan karena besarnya rasa cinta mereka terhadap agama, negeri, dan bangsa, mustahil rasanya mereka akan tergerak untuk melakukan perubahan, termasuk merebut kemerdekaan dari para penjajah,” gugah dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Luqmanul Hakim (STAIL) itu.
Solusi agar cinta itu bisa tumbuh murni dan bersemayam di hati, kata laki-laki asal Bojonegoro itu, cinta yang ada haruslah dilandasi pengetahuan dan pandangan ideologi.
“Dengan demikian, cinta yang tumbuh dalam diri itu bukan cinta buta. Tapi ia didasari oleh petunjuk yang diyakini kebenarannya.”
Aktif Oraganisasi
Sebagai salah satu tanda bukti cinta kepada agama, simpul Sauma, sebagai anggota Syabab Jawa Timur, harus aktif menghidupkan organisasi.
Sebab, imbuh Sauma, sebagai organisasi kepemudaan Islam, Syabab Hidayatullah tak ubahnya bahtera, yang akan menghantarkan para penumpangnya menuju satu titik; membangun peradaban Islam.
“Maka sangat bahaya, bila mana orang-orang yang ada di dalam bahtera itu, tidak saling mengingatkan untuk terus ‘mendayuh’ perahu.”
“Bukan hanya tidak akan pernah sampai tujuan,” simpul Sauma, “Tapi berpotensi karam di tengah lautan,” pungkasnya.
Syabab Camp 1 Rayon Madiun, merupakan acara pembinaan rutin anggota Syabab, yang diselenggarakan oleh pengurus daerah Syabab Jawa Timur.
Sebelumnya, sudah dilaksanakan di beberapa rayon; tapal kuda (Jember, Probolinggo, dll), dan rayon Malang (Malang Trenggalek, Tulungagung, dll).
Adapun kegiatan kali ini, dilaksanakan di kampus Hidayatullah Magetan, Jawa Timur. Berjalam selama dua hari (29-30, September). */Robin