Hidayatullah.com– Berada di daerah tinggi dan dekat dengan daerah wisata pemandian air panas Bora, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, salah seorang warga memghampiri ambulans tim medis Islamic Medical Service (IMS).
Dia meminta bantuan dokter relawan berkenan datang ke tenda mereka yang berada di salah satu lajur jalan raya. Tim IMS pun tiba di lokasi, disambut beberapa orang keluarga. Tim menyaksikan seorang nenek tua dengan tubuh kurus terbaring beralaskan kasur tipis dengan kaki diperban.
Beberapa jam sebelumnya, ada tim medis salah satu partai memberikan layanan media, tpai dikarenakan keterbatasan perlengkapan, nenek itu hanya mendapatkan balutan dikaki yang terluka dan patah.
Tim medis IMS membuka ulang balutan serta membersihkan luka dengan pelayanan terbaik, lalu memberikan sepalak untuk menyanggah kaki nenek yang patah.
Selesai memberikan tindakan, tim kembali dijemput untuk datang ke rumah Bapak Hendarto, salah seorang korban bencana gempa dan tsunami yang menimpa Kota Palu, Sigi, Donggala, dan sekitarnya di Sulawesi Tengah.
Hendarto mempersilakan tim layanan kesehatan menggunakan rumahnya. Ia juga memanggil masyarakat sekitar agar datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Baru hari ini medis sampai ke desa kami, Pak, sebelumnya kami bingung harus berobat kemana. Mau turun (dari pegunungan) jarak cukup jauh. Alhamdulillah kebetulan bapak-bapak datang ke tempat kami, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkap Hendarto, 11 Oktober 2018 itu, setelah ayahnya mendapat layanan sebab menderita asma dan terbaring saja pasca gempa yang datang pada 28 September lalu.
Setiap lokasi yang dikunjungi tim medis IMS selalu ada tindakan. Karena banyak dari korban bencana yang menderita patah tulang tertimpa bangunan, atau luka-luka terkena barang-barang ketika berusaha menyelamatkan diri saat gempa.
Meski masih ada beberapa bangunan rumah yang utuh, masyarakat tetap menggunakan tenda di depan masing-masing rumah.
Masyarakat korban bencana juga belum berniat kembali ke rumah karena saat itu masih mengalami trauma. Hampir setiap hari getaran gempa masih terasa di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala. Hal tersebut membuat mereka enggan kembali ke dalam rumah yang sewaktu-waktu bisa saja rubuh jika gempa berkekuatan besar kembali datang.
Sebelumnya, setelah beberapa hari mengadakan pengobatan gratis di Palu, tim medis IMS menyusuri jalan sejauh 49 KM dari posko utama Hidayatullah Peduli dan berhenti di posko pengungsian Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.
Baca: Pengungsi Palu Sebagian Lebih Butuh Makanan dan Layanan Kesehatan
Bertempat di sebuah panggung khusus kegiatan desa, bersama dengan bidan puskesmas setempat IMS dan Sahabat Al-Aqsha menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat Desa Sindue yang terdampak gempa Donggala.
Kedatangan tim medis, Rabu (10/10/2018) itu, sudah lama ditunggu masyarakat. Sebab banyak yang membutuhkan tindakan. Beberapa pasien yang hadir langsung menerima perawatan luka, mulai dari membersihkan luka hingga menerima jahitan akibat terdampak bencana gempa.
Anak-anak korban bencana juga penuh ceria menerima bantuan dari posko Hidayatullah peduli berupa popok, biskuit, permen, dan berbagai macam makanan ringan lainnya. Untuk balita diberikan juga bantuan bubur bayi, minyak telon, dan selimut.
Baca: Masa Tanggap Darurat Sulteng Diperpanjang jadi 13-26 Oktober
Sejak dimulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA, sebanyak 110 pasien menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis. Didominasi oleh anak-anak, perempuan dewasa, dan sebagian kecil pria dewasa. Beberapa penyakit utama yang diderita adalah hipertensi, hermatitis (gatal-gatal), maag, ISPA, dan diare akut.
Dokter Suprapto selaku kepala tim medis IMS mengungkapkan, “Alhamdulillah kita masih terus melayani masyarakat yang terdampak gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan sekitarnya. Tidak masyarakat saja namun para relawan dan tim SAR juga kita berikan layanan.”
Relawan yang semenjak hari pertama pasca bencana sudah berada lokasi untuk bahu membahu bersama SAR gabungan dan relawan yang lain. Di antara mereka mengalami kelelahan sehingga diharuskan untuk sementara istirahat yang cukup. Ada juga relawan mengalami luka-luka ketika sedang melakukan evakuasi korban.* Kiriman Imron
Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media