Hidayatullah.com– Pagi itu, sebanyak 30 orang narapidana duduk rapi di Aula Serba Guna Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Para narapidana tersebut bersiap belajar ngaji. Namun tidak seperti biasanya, mereka mengaji secara daring. Raut wajah mereka tampak bersemangat.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (10-13 Agustus 2020) lalu itu merupakan kerja sama Rutan Kelas IIA Kendari dengan Cinta Quran Foundation dalam rangka pengentasan buta aksara Qur’an melalui program Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ).
Kepala Pelayanan Tahanan (Yantah) Rutan Kelas IIA Kendari, Kasnu, SH mengatakan, kegiatan tersebut digagas karena prihatin masih banyak narapidana yang belum bisa membaca al-Qur’an.
“Program ini semoga bisa menjadi solusi untuk mengentaskan buta baca al-Qur’an di Rutan Kelas IIA Kendari. Kami mengakui masih banyak narapida yang belum lancar mengaji, bahkan masih banyak di antara mereka yang sama sekali belum pernah belajar baca al-Qur’an,” kata Kasnu.
Kasnu berharap, napi yang ikut kegiatan ini khususnya yang belum bisa membaca al-Qur’an, nantinya dapat membaca dengan baik dan lancar.
Salah seorang narapidana berinisial R menjadi peserta belajar mengaji online. Ia merasa senang dan terbantu dengan kegiatan ini. “Alhamdulillah, program ini sangat berguna, saya jadi mudah mengenali huruf Hijaiyah karena metode yang disampaikan sangat mudah dan menarik,” kata R.
Menurut Kasnu, saat ini setiap Senin sampai Jumat, jam 8.30 hingga 10 pagi para narapidana Muslim bisa belajar mengaji secara rutin di Masjid At-Taubah di kompleks Rutan Kelas IIA Kendari.
Kegiatan pemberantasan buta baca al-Qur’an ini didukung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, Iwan Mutmain, SH. Bahkan, pihak Rutan berusaha memenuhi kebutuhan al-Qur’an untuk para narapidana Muslim. Sebab, selain kekurangan, al-Qur’an yang ada kondisinya sudah rusak.
Oleh karena itu, melalui pengurus perpustakaan Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kendari dijalin bekerja sama dengan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Kendari, Iwan Mutmain, SH mengapresiasi dan menyambut baik kerjasama ini. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan al Qur’an untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta buku-buku bacaan dan Majalah Suara Hidayatullah untuk perpustakaan Masjid At- Taubah Rutan Kelas IIA Kendari,” kata Iwan.
Menurut Iwan, semoga dengan al-Qur’an baru ini, WBP semakin antusias untuk belajar mengaji. Karena, ini sejalan dengan program pembinaan ruhani di Rutan ini untuk mengentaskan buta baca al-Qur’an.
“Selain itu, sumbangan buku-buku bacaan dan Majalah Suara Hidayatullah dapat menambah ilmu pengetahuan agama sehingga menjadi bekal hidup narapidana selama menjalani masa hukumannya dan bekal ketika bebas nanti,” pungkas Agus.
Sementara itu, pengurus perpustakaan Masjid At-Taubah, M Iqbal Aziz menyampaikan ungkapan terima kasihnya. “Saya atas nama pengurus perpustakaan Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kendari mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian wakaf al-Quran, buku-buku bacaan dan Majalah Suara hidayatullah dari Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah. Sangat bermanfaat dan semoga dicatat oleh Allah sebagai amal jariyah kebaikan,” ujar M Iqbal Aziz.
Para narapidana di Rutan sangat membutuhkan al-Qur’an. Mereka bersemangat belajar agama. Oleh karena itu, yuk, bantu mereka. Dukungan kita, semangat bagi mereka.* Dadang Kusmayadi