Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Peneliti: “Syiah Tidak Perlu Dikafirkan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2018 05:45 5:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2018 05:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Peneliti dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr Syamsuddin Arif, menilai Syiah bukan sekadar mazhab.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 19 Agustus 1971, itu, persepsi yang mengemuka tentang Syiah hanya berupa mazhab atau sekadar mazhab, lebih besar kemungkinan salahnya daripada benarnya.

“Ini pernyataan. Ini tesis namanya. Saya katakan begini; kalau mazhab itu seperti Mazhab Syafi’i, Mazhab Hanafi, Mazhab Hanbali, dan Mazhab Maliki,” ujar Ustad Syamsuddin di Aula Pusat Bahasa Arab dan Studi Islam Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Jumat (12/1/2018), sore lalu.

Dalam acara Kajian Keislaman bertema “Syiah Ditinjau dari Pelbagai Aspeknya”, yang digelar Forum Penggiat Media Islam (Forpemi) bekerjasama dengan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Sulawesi Selatan itu, dosen Universitas Darussalam Gontor tersebut menjelaskan bahwa ummat Islam dari Pakistan, India, dan Turki, umumnya mengikuti Mazhab Hanafi.

Baca: Ketika Syiah Menguasai Mesir

Sementara, kaum Muslimin di Afrika Utara; Sudan, lalu Tunisia, Libya, Maroko, Al Jazair, mengikuti Mazhab Maliki.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Adapun di Saudi Arabia, dan sebagian di Suriah, mengikuti Mazhab Hanbali. Sedangkan di Indonesia, Malaysia, Brunei, Chech-nya, rata-rata mengikuti Mazhab Syafii.

“Kalau di Iran, itu bukan mazhab bagi saya. Kenapa? Karena kita orang Indonesia berbeda dengan orang Turki. Berbeda dengan orang Sudan. Berbeda apanya? Kita berbeda mazhab. Satu ikuti Syafii, Hanafi, Hanbali, Maliki, tetapi tidak satu pun dari kita dan mereka, walaupun berbeda-beda mazhab, tega mengkafirkan sahabat Rasulullah. Namun, coba tanya ke orang Syi’ah di Iran. Kalau Syiah itu sekadar mazhab, dia tidak akan mengkafirkan sahabat,” terangnya.

Dia melanjutkan,   jika mengacu kepada kitab para ulama, ada dua pendapat tentang Syiah. Di antaranya pendapat dari Imam Abu Hanifah dan al-Asy’ari yang masih menganggap Syiah, seperti halnya kelompok Khawarij, Mu’tazilah, dan firqah Islamiyah lainnya, masih tegolong Islam (bagian ahlul qiblah).

Baca: Ini Dia Fatwa MUI Jatim tentang Ajaran Syiah

“Maka, posisi saya sendiri ketika ditanya, kesimpulan saya; Syiah itu zahir-nya Islam. Bathinnya, saya tidak tahu. Walapun para ulama telah menunjukkan berbagai macam kekeliruan dan kesesatan dalam pandangan, keyakinan maupun amalan agama mereka. Namun, apabila orang Syiah mengkafirkan orang Islam, maka tuduhan tersebut akan berbalik kepada mereka sendiri. Jika mereka anggap Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar radiyallahu ‘anhuma itu kafir, lantas mereka anggap apa orang lain seperti kita ini semua?” tegas pria yang memiliki dua gelar doktor ini.

“Jadi, tidak perlu kita mengkafirkan Syiah. Sama seperti kucing, tidak perlu dikucingkan, karena memang dia sudah kucing, dan tidak perlu dimanusiakan. Maksudnya, jangan memanusiakan kucing dan mengkucingkan manusia,” ujarnya disambut tawa peserta diskusi.

Alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, yang pernah mengabdi di Majlis Qurra’ wa Al Huffaz di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, itu mengakui, bahasan tentang Syiah bukan sekadar mazhab diulas secara lengkap dalam bukunya terbaru “Bukan Sekadar Madzhab: Oposisi dan Heterodoksi Syi’ah” yang sekarang ini masih dalam proses cetak.

Kegiatan yang dimulai sejak selesai shalat Ashar hingga memasuki waktu Magrib itu dihadiri kalangan mahasiswa, aktivis ormas Islam, termasuk Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Indonesia, KH M Said A. Samad, Lc., serta beberapa dosen.*/Irfan (Makasar)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MadzabmahzabSyamsuddin Arifsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPN Dinilai Punya Celah Hukum Batalkan HGB Pulau Reklamasi
Tulisan selanjutnya Pengamat Transportasi: “Ganjil Genap Roda Dua Akan Mematikan Ekonomi Rakyat”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?