Hidayatullah.com—Dalam perkuliahan luring Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung seorang mahasiswa mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi intelektual umat saat ini. Setelah dua tahun dilaksanakan secara daring, SPI kembali mengadakan perkuliahan secara luring dengan Kelas perdana disampaikan oleh Akmal Sjafril, Kepala SPI Pusat dengan materi pendahuluan.
Sekolah yang diselenggarakan di Ruang Tafsir Masjid Istiqomah,Bandung ini dihadiri para peserta yang sangat antusia. Peserta dari berbagai kalangan, salah satunya Astri, mahasiswa psikologi asal Bandung.
Dalam sebuah wawancara, Astri menjelaskan alasan dirinya mengikuti perkuliahan SPI ini karena ingin menjadi muslim yang sesungguhnya dan berislam secara kaffah. Karena saat ini kita dimudahkan mengakses informasi, namun menjadi bingung mana yang benar mana yang keliru.
Harapannya setelah ikut SPI ini bisa lebih mudah menyaring informasi yang masuk. Di sisi lain, Astri aktif di LDK namun merasa kurang ilmu untuk menjadi seorang kader dakwah.
Astri mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi intelektual umat saat ini dari perspektif psikologi. “Kalau melihat sisi intelektual, khususnya perspektif psikologi, sebetulnya sangat khawatir. Karena kurikulum yang digunakan di perkuliahan psikologi sendiri sebagaian besar pakai kurikulum psikologi Barat, masih minim dilihat dari sudut pandang islamnya,” ungkap.
Menurut Astri, di kampusnya sendiri ada mata kuliah psikologi Islam selama 4 semester (psikologi Islam 1-4) tapi rasanya belum mendongkrak dari sisi Islamnya. “Mungkin karena belum banyak dosen yang mendalami di bidang itu juga, jadi mata kuliah tersebut tidak terlalu berdampak kepada mahasiswa dan sekitarnya.”
Selanjutnya Astri mengatakan bahwa saat ini orang-orang sudah lebih sadar terhadap kesehatan mental, tapi sayang masih sedikit sekali yang mendalami ilmu psikologi Islam (padahal mayoritas masyarakat beragama Islam). Hal ini, menurutnya, menimbulkan persepsi bahwa kesehatan mental dan Islam adalah dua hal yg berbeda, tidak ada hubungannya.
Padahal dalam Islam banyak sekali membahas terkait masalah-masalah mengenai kesehatan mental itu sendiri. Di akhir sesi wawancara, Astri menyampaikan pesan untuk kita semua umat Islam.
“Sebagai seorang muslim kita harus mengetahui landasan kita mengambil sesuatu itu dari mana (Al-Qur’an dan As-Sunnah), jangan sampai terkecoh dengan ilmu-ilmu yang terlihat benar padahal tidak sesuai dengan tuntunan agama Islam,” pungkasnya.*/ Nurul Siti Aisyah