Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

PPMI Pakistan Gelar Dialog Online Bersama Imam Islamic Center of New York

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2017 11:49 11:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2017 11:49
Bagikan
ersatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan menggelar acara dialog online bersama Imam Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali
Bagikan

Hidayatullah.com–Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan menggelar acara dialog online bersama Imam Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali, dengan tema “Tantangan Dakwah Islam di Amerika”.

Dialog yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia yang belajar di International Islamic University Islamabad (IIUI) ini digelar di kediaman Atase Pertahanan di kawasan F6 Sector Islamabad, Ahad malam (26/02/2017).

Dalam dialog interaktif tersebut, Imam Shamsi Ali yang juga merupakan Presiden Nusantara Foundation mengatakan bahwa sebenarnya Islam bukanlah sesuatu yang baru di Amerika. Sebab bukti-bukti sejarah mengatakan bahwa Islam datang Amerika jauh sebelum Colombus tidak sengaja menemukan Amerika.

“Sebenarnya Islam di Amerika itu bukan sesuatu yang baru. Islam di Amerika sudah cukup lama. Ada bukti-bukti sejarah mengatakan bahwa Islam datang di Amerika jauh sebelum Colombus menemukan Amerika itu sendiri. Ada satu kota namanya Dakota, di atas gunung ada tulisan-tulisan berbahasa Arab yang menunjukkan bahwa nampaknya Islam sudah tiba di bumi Amerika ini jauh sebelum Colombus tersesat sampai di bumi Amerika. Sayangnya kita dianggap hanya sebagai pendatang, dianggap sebagai orang baru, atau orang asing di negara ini”, kata Shamsi Ali.

Lebih lanjut ia menceritakan bagaimana perkembangan pesat dakwah Islam pasca serangan 11 September 2001. Yang saat itu banyak orang beranggapan bahwa peristiwa tersebut akan menjadi kuburan bagi dakwah Islam di Amerika.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Ketika terjadi 11 september 2001, sebenarnya banyak teman-teman non-muslim maupun muslim menyangka bahwa itulah kuburan bagi Islam di Amerika serikat. Dalam artian bahwa Islam itu tidak mungkin bisa diterima lagi di Amerika Serikat. Tapi Alhamdulillah, Al-Quran mengatakan, “Wa makaru makarallah wallahu khairul makirin”.

Bahwa orang boleh saja punya rencana, tapi tetap Allah punya rencana terbaik. Persepsi yang mengatakan bahwa 11 September itu akan menjadi kuburan Islam, ternyata itu menjadi lahan dakwah Islam yang sangat subur. Di situlah awal kebangkitan, momentum kebangkitan daripada dakwah Islam di Amerika Serikat,” ujar alumnus IIUI tersebut.

Kemudian ia menjelaskan, di tengah-tengah perkembangan Islam yang cukup signifikan, ada satu dilema yang dialami muslim di Amerika. Yakni merasa puas dengan ibadah-ibadah yang dilakukan dan menganggap semua permasalahan sudah selesai; sementara kebanyakan non-muslim di sana dibombardir dengan informasi-informasi yang salah tentang Islam.

“Ketika saya datang di kota new York ini alhamdulillah ternyata perkembangan Islam cukup baik. Masjid-masjid ada di mana-mana. Banyak pendatang dari Maroko, dari timur tengah, dari asia selatan. tapi Ada satu dilema kita, ada satu permasalahan kita. Salah satu permasalahan kita adalah. Kita ini merasa puas dengan ibadah-ibadah yang kita lakukan di masjid. Kalau sudah berzikir. Sudah shalat lima waktu, masuk ke dalam masjid, berdoa panjang, sudah merasa bahwa semua permasalahan sudah selesai. Sementara tetangga-tetangga kita ini kebanyakan non-muslim. Itu dibombardir dengan informasi-informasi yang salah tentang Islam”, katanya.

Selanjutnya direktur Jamaica Muslim Center ini berbagi pengalaman berdakwah kepada masyarakat Amerika, yakni bukan dengan membacakan ayat-ayat suci, tapi dengan berbagi kue dan kopi dengan mereka.

“Kita tidak berdakwah kepada non-muslim dalam artian menyampaikan qalallahu ta’ala, qala rasulallah sallahu alaihi wasallam, tidak perlu seperti itu. Yang tentu kita sampaikan adalah bagaimana tersenyum kepada mereka, kita siapkan kue-kue kecil kemudian minuman-minuman bagi mereka. Ternyata bagi orang Amerika ini menjadi dakwah yang luar biasa. Akhirnya Mereka  datang ke masjid. Meski datang mencari kue, datang mencari kopi”, pungkasnya.*/kiriman Fakhruddin A (Pakistan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dialogIslam di AmerikaMahasiswa Indonesia di PakistanMuslim AmerikaPersatuan Pelajar dan Mahasiswa IndonesiaPPMI PakistanShamsi Ali
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq swab tes Habib Rizieq: Saya Tak Bawa Dendam Pribadi pada Siapapun
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq RS Ummi Dalam Persidangan, Habib Rizieq Sebut 6 Ungkapan Salah Dilontarkan Ahok di Kepulauan Seribu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?