Hidayatullah.com–Empat kontainer yang memuat jenazah korban peristiwa berdesak-desakan di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, bakal dibawa ke Jeddah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun menambah tim identifikasi.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan, lima kontainer yang ada di Pemulasaran Jenazah al Muaisim belum dibuka. Bahkan, dia mendapatkan informasi empat kontainer akan dibawa ke Jeddah. “Karena tempat penyimpanan jenazah di Al Muaisim tidak mencukupi,” kata dia, Selasa (29/9/2015) waktu Arab Saudi (WAS).
Arsyad menyatakan, jenazah yang berada dalam empat kontainer belum dirilis. Sebab, foto-foto jenazah yang sudah dirilis merupakan foto-foto dari jenazah yang sudah dikeluarkan dari kontainer.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah memerintahkan agar jumlah tim identifikasi ditambah. Sebelumnya, tim identifikasi terdiri dari empat orang dari unsur PPIH Arab Saudi, anggota TNI/Polri, staf Konjen RI di Jeddah, dan tenaga musiman.
Sekarang, dia menyatakan, tim identifikasi terdiri dari sembilan orang. Sembilan tim identifikasi itu berasal dari tenaga teknis seperti penambahan anggota TNI/Polri, dokter, dan pakar kesehatan.
“Dengan penambahan jumlah personel, PPIH Arab Saudi membagi menjadi dua tim. Dua tim itu akan memfokuskan pencarian di Pemulasaran Jenazah al Muaisim. Jika empat kontainer dipindahkan ke Jeddah maka pencarian juga akan diperluas,” katanya, seperti dilaporkan laman Kemenag.
“Tidak hanya terfokus di Makkah, kami juga memfokuakan pencarian tersebut di Jeddah,” ujar Arsyad.
Hingga Selasa pukul 01.00 waktu Arab Saudi, jumlah jamaah haji yang belum kembali ke pemondokan sebanyak 90 orang. Jumlah itu bertambah delapan orang dari data yang semula dilaporkan 82 orang.
Arsyad menyatakan, penambahan karena seluruh kloter baru melaporkan kehilangan jamaah pada Senin (28/9) siang. “Karena nafar tsani baru selesai, seluruh ketua kloter saat itu belum melaporkan kehilangan jamaahnya,” ujar dia.
Jumlah kelompok terbang (kloter) yang melaporkan jamaah belum kembali ke pemondokan bertambah dari enam menjadi 11 kloter. Ada enam kloter baru dalam daftar jamaah yang belum kembali ke pemondokan. Sedangkan satu kloter sudah tidak berada dalam daftar, yatu Kloter SUB 36 Embarkasi Surabaya.
Arsyad memerinci Kloter BTH 14 sebanyak 11 orang atau bertambah tiga orang, Kloter SUB 48 sebanyak 12 orang atau berkurang dua orang dari data sebelumnya, Kloter JKS61 masih sama dengan data sebelumnya, yaitu 46 orang. Kloter UPG 10 sebanyak lima orang atau masih sama dengan data sebelumnya, dan Kloter SOC 62 sebanyak enam orang atau berkurang satu orang dari data sebelumnya.
Enam kloter baru dalam daftar, yaitu empat orang dari Kloter SUB , seorang dari Kloter BPN 05, Kloter JKG 33 sebanyak seorang, dua orang dari Kloter JKS 21, seorang dari Kloter LOP 09, seorang dari Kloter SUB 34.
Arsyad menyatakan, tim terus menyisir rumah sakit Arab Saudi dan mengidentifikasi jenazah di al Muaishim. Mulai Senin malam tim identifikasi juga sudah dapat menghubungi tim forensik dari rumah sakit atau tempat pemulasaaran al Muaisim.
“Ini memungkinkan untuk mendapatkan sidik jari jamaah yang sudah dinyatakan meninggal. Mudah-mudahan dalam waktu dekat informasi terkait jumlah jamaah haji yang meninggal bisa diketahui,” ujar dia.
Peristiwa berdesak-desakan di Jalan 204 menyebabkan 1.107 jamaah haji meninggal. Jumlah itu bakal terus bertambah karena masih banyak jenazah tersimpan dalam kontainer. Jumlah warga negara Indonesia yang wafat dalam tragedi di Mina mencapai 46 orang, yerdiri dari 42 jamaah haji Indonesia dan empat pekerja Indonesia di Arab Saudi yang juga sedang berhaji.*