Hidayatullah.com– Dua jamaah Indonesia yang kedapatan mencopet di Masjidil Haram terancam tak bisa pulang. Kini, mereka masih ditahan oleh Kepolisian Makkah Arab Saudi. Menurut Direktur Jenderal Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, dua jamaah tersebut adalah warga negara Indonesia. Menurut Anggito, pemerintah tetap akan berupaya menyelesaikan kasus itu melalui hubungan diplomatik.
“Saya kira pemerintah wajib menyelesaikan kasus tersebut agar mereka bisa kembali ke tanah air. Apapun yang menimpa warga Indonesia di Arab Saudi, pemerintah wajib hukumnya untuk menyelesaikan berbagai kasus termasuk juga kasus yang menimpa dua jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji,” terang Dirjen Anggito Abimanyu dikutip RRI, Senin (29/10/2012).
Sebagaimana banyak diberitakan, dua warga Indonesia masing-masing berinisial MNI dan MLH asal kloter 6 Sub (yang merupakan suami istri) melakukan hal memalukan Negara di mana tertangkap basah oleh Kepolisian khusus Makkah saat melakukan aksi pencopetan, Senin (15/10/2012) pukul 22.30 waktu Arab Saudi. Keduanya kini masih ditahan.
Mereka diketahui mencopet oleh polisi khusus Masjidil Haram melalui rekaman CCTV. Barang bukti uang 3000 riyal diamankan polisi.
Misi Haji Indonesia telah melayangkan surat kepada Kepolisian Makkah agar kasus yang melibatkan kedua jamaah haji itu diselesaikan di Indonesia. Namun, permintaan tersebut langsung ditolak Kepolisian Makkah
Sebelumnya, petugas Media Centre Haji (MMC) Makkah juga pernah mengabarkan adanya pencopet di Masjidil Haram, yang dilakukan AAL (41) asal seorang mukimin (warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi). AAL tertangkap tangan oleh petugas keamanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.
Pelaku sudah dikuntit oleh Ketua Pengamanan Sektor 4 Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH, Sri Pranoto selama sekitar dua jam. Pada aksinya yang pertama AAL tampak gagal membujuk seorang jemaah manula yang sedang berada di sekitar kawasan Ka`bah.
Lalu, cerita Pranoto yang berpangkat Mayor Angkatan Laut ini, ia terus mengikuti pelaku dan terlihat bertemu dengan dua temannya. Kemudian AAL berupaya mendekati seorang jamaah calon haji asal Gorontalo yang sedang mengambil air zam zam di dalam Masjidil Haram.
“Dia mendekati jemaah yang berusia lanjut itu. Nah, ketika dia membuka tas jemaah, kita tangkap, lalu saya serahkan ke petugas Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan,” ungkapnya.
Tertangkapnya pelaku tindak kriminal asal Indonesia membuat banyak pihak malu dan kecewa.
“Memang ada mukimin (WNI yang bermukim di Arab Saudi) yang salah niatnya. Saya kecewa dan menyesalkan kejadian ini,” ujar Kepala Daker Mekah Subakin Abdul Muthalib dikutip MCH belum lama ini.*