Hidayatullah.com–Jamaah Haji dari Indonesia tercatat merupakan jumlah jamaah haji tertinggi yang saat ini berpindah dari Makkah ke Madinah.
Kebanyakan jamaah mengunjungi Madinah setelah Haji. Meskipun begitu, mereka yang tiba di Madinah lebih dulu terbang ke Jeddah setelah melaksanakan ibadah mereka. Demikian dikutip Arabnews.com, Ahad, (26/09/2016)
Berdasarkan statistik yang ditunjukkan oleh Lembaga Sipil Pemandu di wilayah tersebut, 16.720 jamaah dari 259.709 jamaah haji yang berada di Madinah merupakan jamaah haji Indonesia.
Pada hari Sabtu, sejumlah 27,698 jamaah tiba di Madinah untuk mengunjungi Masjid Nabawi setelah melaksanakan Haji di Makkah.
Saat ini, terdapat 136.403 jamaah setelah 123.275 jamaah meninggalkan Madinah pada Ahad.
68 dari 168.000 jamaah Haji meninggal di Makkah pada musim haji tahun ini. Hanya lima hari menjelang ritual utama Haji, wukuf (atau berdiam di Arafah) pada 10 September, empat jamaah Haji Indonesia meninggal di Makkah.
Berdasarkan data kesehatan dari sistem informasi terpadu Kementrian Haji, empat diantaranya diidentifikasi sebagai Sikan bin Bait Sabut, 59, Nana Supena binti Uba R., 64, Budiyanto bin Lihan Suliman, 57, dan Suhaimi bin Jamain Abdul Gafur, 62.
Empat jamaah meninggal karena penyebab alami, seperti sakit pernafasan, sakit jantung dan tekanan darah.
Kebanyakan dari jamaah haji yang meninggal itu berumur 60an. Umur jamaah haji yang meninggal pada musim Haji tahun ini berkisar antara 41 hingga 82 tahun.
Berdasarkan Otoritas Umum Statistik (GaStat) Arab Saudi, jamaah asing yang melaksanakan Haji tahun ini 54,6 persen laki-laki dan 45,4 persen perempuan.
Sekitar 94 persen jamaah datang untuk berHaji melalui udara, sedangkan 5 persen melalui darat, dan sisanya melalui laut.
Jumlah jamaah yang rendah tiga tahun belakangan dikarenakan pengerjaan bangunan yang sedang berlangsung di dua kota suci.*/Nashirul Haq AR