Hidayatullah.com– Total sudah 9 orang jamaah haji Indonesia yang wafat, hingga Sabtu (20/07/2019) waktu Arab Saudi (WAS). Termasuk yang terbaru, dua orang jamaah haji Indonesia kembali meninggal di Tanah Suci.
Kedunya meninggal pada lokasi yang berbeda. Satu calon haji wafat di Madinah bernama Rabiun Daliman Arsyad dari Embarkasi Batam.
Sementara jamaah satunya, Suparjo Rata Ilyas (76 tahun) dari Embarkasi Jakarta Bekasi, wafat dua jam sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
“1 jamaah dari JKS 41 meninggal dunia pada saat berada di pesawat. Info yang kami dapatkan 2 jam sebelum pesawat landing di Bandara King Abdul Aziz, jamaah Suparjo meninggal,” ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat di Jeddah, Sabtu (20/07/2019) lansir Media Center Haji Kemenag, Ahad (21/07/2019) pagi.
Almarhum yang wafat berasal dari Kabupaten Indramayu. Penyebab kematian menurut keterangan tim kesehatan akibat sakit paru-paru. Proses dokumen pengurusan pemakaman masih berlangsung. Jenazah sementara ditempatkan di klinik bandara.
Rencananya, pemakaman akan dilakukan secepatnya di Jeddah, jika pengurusan dokumen telah selesai.
“Di sini ada pemakaman khusus untuk jamaah haji yang ditetapkan oleh (Maktab) Wukala,” tandasnya.
Sementara itu, sebanyak 69 jamaah haji dari Indonesia yang berusia di atas 95 tahun telah tiba di Tanah Suci dan mereka akan mendapatkan perhatian khusus agar pelaksanaan ibadah hajinya berjalan dengan lancar.
Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid, mengatakan, dari total kuota 231.000 jamaah haji tahun ini, lebih dari 60 persen di antaranya adalah lansia.
“Kurang lebih 63 persen jamaah haji tahun ini adalah lansia, kami akan berikan perhatian khusus,” ujar di Kota Makkah, Sabtu (20/07/2019).
Lantaran terbatasnya jumlah petugas haji, pihaknya mendorong para petugas kloter dan rekan serombongan jamaah haji lansia untuk juga aktif memberikan bantuan kepada mereka.*