Hidayatullah.com– Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) tidak mengubah jadwal pelaksanaan seleksi petugas haji.
Kemenag akan tetap menggelar Seleksi Petugas Haji 1441H/2020M, sesuai seleksi akan digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Rabub (18/03/2020).
Direktur Bina Haji Kemenag, Khoirizi menegaskan bahwa tes petugas haji akan tetap digelar pada besok lusa. “Upacara pembukaan akan digelar di lapangan terbuka dan dipimpin oleh Dirjen PHU,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/03/2020) dalam keterangannya kepada media.
Akan tetapi, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Kemenag sudah menyiapkan langkah-langkah.
Baca: Kemenag Lakukan Cegah Dini Covid-19 Pada Seleksi Petugas Haji
Khoirizi menjelaskan, penyelenggaraan seleksi akan menggunakan ruangan yang lebih luas agar sirkulasi udara lebih lancar.
Selain itu, dengan ruang lebih luas, jarak antar peserta bisa diatur supaya lebih berjauhan.
Pihaknya juga juga akan membuka seluruh pintu dan jendela ruangan.
“Peserta yang sudah menyelesaikan CAT-nya diminta berada di ruang terbuka,” imbuhnya.
Kemudian, tes wawancara akan digelar di ruang terbuka seperti teras gedung dan lainnya.
Di samping itu, pihak Kemenag telah menyiapkan semacam protokol seleksi yang berlaku terhadap seluruh peserta seleksi. Di antaranya: membawa surat kesehatan, serta peserta yang sedang flu dan batuk harus menggunakan masker.
Kemenag pun akan menyiapkan petugas untuk memeriksa kondisi suhu badan seluruh peserta sebelum masuk ruangan acara.
Adapun sejumlah langkah antisipasi yang akan dilakukan dalam seleksi petugas haji yaitu:
Memeriksa kondisi suhu tubuh peserta, sebelum masuk keruangan acara. Peserta dengan suhu tubuh di atas 38 derajat, tidak diperkenankan masuk atau dibatalkan melanjutkan proses seleksi;
Seluruh peserta harus menunjukan surat keterangan sehat dari dokter;
- Peserta yang flu dan batuk harus mengunakan masker;
- Antar peserta tidak dianjurkan untuk saling salaman atau bersentuhan satu sama lain;
- Menyiapkan tenaga medis dari klinik Kementerian Agama Pusat selama pelaksanaan;
- Menghentikan kegiatan bila dalam pelaksanaan tes di dalam ruangan ditemukan indikasi ada peserta yang terpapar virus corona dan segera mengembalikan seluruh peserta ke tempat asalnya;
- Memastikan lokasi acara memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki fasilitas memadai untuk mencuci tangan;
- Memastikan ketersediaan sabun dan air untuk mencuci tangan atau pencuci tangan berbasis alkohol; dan
- Meningkatkan frekuensi pembersihan area yang umum digunakan, seperti kamar mandi, konter registrasi dan pembayaran, dan area makan terutama pada jam padat aktivitas.
Baca: Kemenag: Kebijakan Saudi Sterilkan Masjidil Haram untuk Melindungi Jamaah
Berdasarkan keterangan sebelumnya, seleksi petugas haji menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara itu akan diikuti lebih dari 400 peserta.
Menurut Khoirizi, ratusan peserta seleksi akan berkumpul pada waktu bersamaan di Asrama Haji Pondok Gede guna mengikuti tes.
Para peserta berasal dari unsur Kemenag, serta instansi terkait di antaranya TNI, Polri, dan BPS. Selain itu, ada pula peserta dari para jurnalis yang akan tergabung dalam tim Media Center Haji (MCH).
“Kami siapkan langkah-langkah antisipatif terkait covid-19 pada seleksi petugas haji mendatang,” kata Khoirizi di Jakarta, Kamis (12/03/2020).*