Hidayatullah.com–Jumlah pendaftar haji yang terus meningkat telah menyebabkan masa tunggu antrian untuk menunaikan ibadah haji semakin panjang. Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat memilih melakukan ibadah umrah.
Menurut catatan, tahun 2016 jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai lebih dari 800 ribu orang. Angka ini diprediksikan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang, sementara jumlah kuota jamaah calon haji yang semula sebanyak 168.800 orang diperkirakan akan mengalami peningkatan tajam menjadi 221 ribu di tahun 2017.
Saat ini slot penerbangan untuk Indonesia ke Arab Saudi dialokasikan sebanyak 49 slot dalam seminggu, yang dimanfaatkan selain oleh Garuda Indonesia, juga oleh Lion Air dan Citilink Indonesia.
Jumlah slot penerbangan tersebut sebagaimana dituangkan bersama dalam MoU yang ditandatangani oleh kedua negara pada 22 Mei 2008 dan diperbaharui pada 11 Desember 2013. Namun jumlah slot penerbangan tersebut dinilai kurang memadahi untuk mengakomodasi jumlah jamaah umrah dan haji yang terus meningkat.
2 Jamaah Umrah Indonesia Diamaankan Petugas Bandara Jeddah Akibat Bercanda ‘Bawa Bom’
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan kembali melakukan pertemuan Konsultasi Hubungan Udara (Airtalks Consultation) dengan pejabat terkait dari Kerjaaan Arab Saudi yang dilangsungkan di Hotel Papandayan pada tanggal 24-25 Januari 2017 di Bandung-Jawa Barat.
“Pertemuan ini merupakan langkah antisipasi untuk menjamin kelancaran pelayanan penerbangan sipil RI-Arab Saudi, khususnya dalam penyelenggaraan angkutan udara jamaah haji dan umroh yang jumlahnya terus meningkat secara signifikan,” terang Nahdudin S Hasan, Atase/Staf Teknis Perhubungan KJRI Jeddah selaku penggagas Forum “Airtalks Consultation antara RI-Arab Saudi 2017,” dalam rilisnya kepada hidayatullah.com hari Rabu.
Menanggapi semakin meningkatnya kebutuhan jasa angkutan udara bagi jemaah haji dan umrah, Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, berharap dicapainya kesepakatan antar Kementerian Teknis terkait dari kedua negara mengenai pemenuhan kebutuhan pelayanan jasa angkutan udara yang terus meningkat.
Pasangan Suami-Istri Malaysia Berangkat Umrah dengan Sepeda Onthel
Harapannya, kesepakatan penambahan slot penerbangan bagi maskapai Indonesia dapat secara prinsip dicapai pada saat kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia yang dijadwalkan pada bulan Maret tahun ini.
Dalam pertemuan di Bandung tersebut, delegasi Indonesia diwakili oleh pejabat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, Atase/Staf Teknis Perhubungan KJRI Jeddah, Kementerian Luar Negeri RI, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Garuda Indonesia, Sriwijaya Air Group, Lion Air, Air Asia Extra, dan Citilink Indonesia. Sementara delegasi dari Arab Saudi diwakili oleh pejabat otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau The General Authority of Civil Aviation (GACA), Saudi Arabian Airlines dan Flynas Air.*